Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemanfaatan Sumberdaya Air Tanah dalam Pembangunan Kawasan Industri Baru Maizir Maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.105 KB)

Abstract

Dalam pengembangan suatu kawasan industri, kebutuhan air bersih akan meningkat sesuai dengan jenis dan kapasitas produksi industri yang dibangun. Maka besar kemungkinan akan terjadi eksploitasi sumber air tanah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam kawasan tersebut, karena telah tersedia teknologi yang memadai dengan biaya murah dan operasi yang sederhana. Pemanfaatan air tanah yang tak terkendali dapat menyebabkan menurunnya permukaan air tanah, serta terganggunya berbagai kondisi kehidupan, selain itu juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan muka tanah. Untuk itu dalam pembangunan suatu kawasan industri perlu diperhatikan ketersediaan sumber air bersih, dan keseimbangan (balance) antara debit aliran (kapasitas) tersedia dengan kebutuhannya. Maka disarankan agar bahan baku untuk air bersih tetap diprioritaskan dari air permukaan (sungai, danau dan waduk), dan dari awal pemerintah sudah harus membatasi eksploitasi air tanah secara terkendali guna menghindari ekses yang akan terjadi pada masa datang.
Studi Analisis Kapasitas Tampung Drainase Batang Jirak di Kota Pariaman Maizir Maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang Jirak merupakan suatu jaringan drainase induk yang mengalirkan di Kecamatan Pariaman Selatan dalam kota Pariaman sudah perlu ditata dengan baik. Debit banjir rencana dihitung berdasarkan data hujan. Analisis curah hujan rencana untuk menentukan curah hujan harian maksimum dengan Metode Distribusi Log Gumbel, dan Metode Iway. Dimensi penampang drainase dihitung dengan debit aliran periode ulang 50 tahun. Kesimpulan analisis adalah bahwa, pada umumnya penampang drainase dibagian hulu masih stabil dan mampu menampung debit rencana sebesar 9,02 m3/dt. Penampang drainase dibagian tengah ini masih stabil dan mampu menampung debit rencana sebesar 12.47 m3/dt. Hanya pada satu titik sepanjang 40 m, yaitu pada interval jarak (km 3.419) terdapat penyempitan aliran. Selanjutnya hampir seluruh penampang drainase dibagian hilir tidak mampu menampung kapasitas aliran yang besarnya 13.45 m3/dt, dan perlu dinormalisasi. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya genangan banjir di kawasan pemukiman di bagian hilir drainase. Solusi untuk mengatasi masalah banjir pada kawasan ini adalah dengan normalisir trase drainase untuk meningkatkan kapasitas tampungnya. Kata Kunci: kapasitas tampung, drainase, normalisasi trase.