Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOLKISIN SEBAGAI TERAPI ADJUVAN PADA CORONAVIRUS DISEASE Dian Indriani Hidayat; Sofyan Budi Raharjo
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V8I3.13708

Abstract

Manifestasi klinis Coronavirus Disease (COVID-19) beragam. Patogenesis COVID-19 yang masih belum pasti, serta belum ditemukannya obat yang efektif untuk COVID-19 mendorong penggunaan berbagai obat off-label sebagai upaya penyembuhan pasien. Obat antiperadangan dan imunomodulator banyak dipakai dalam terapi terutama untuk kasus berat dan kritis. Kolkisin yang dikenal sebagai obat gout diuji coba sebagai alternatif pengobatan COVID-19. Namun penggunaan obat ini sebagai pilihan terapi pada COVID-19 masih jarang. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengetahui penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID-19. Kolkisin memiliki dampak positif terhadap pengobatan COVID-19 namun data penelitian mengenai hal tersebut masih terbatas. Penggunaan kolkisin pada pasien COVID-19 menjadi alternatif terapi potensial karena relatif aman, murah, tersedia banyak, dan penggunaan secara peroral. Sifat immunomodulator, anti inflamasi dan antiviral menjadi dasar penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID-19. Kolkisin memiliki efek anti inflamasi multipel yang tidak spesifik pada target tunggal tertentu dan tidak bersifat imunosupresif.  Kolkisin terbukti dapat mempercepat waktu perbaikan klinis pasien, menurunkan angka kematian, kebutuhan rawat inap, dan lama rawat pasien COVID-19. Kolkisin juga dapat meminimalisir kerusakan paru dan memiliki sifat antifibrotic. Namun kolkisin tidak menurunkan kejadian emboli paru pada kasus COVID-19. Penggunaan kolkisin pada pasien rawat jalan terbukti mencegah perburukan kasus COVID-19 dan mengurangi kebutuhan rawat inap pasien. Efek kardioproteksi dan antipiretik kolkisin pada COVID-19 masih memerlukan penelitian lebih lanjut.  Kehati-hatian penggunaan kolkisin terkait efek gastrointestinal dan penyesuaiannya pada gangguan ginjal. Masih dibutuhkan penelitian skala besar dan penelitian mengenai pemberian kolkisin pada COVID-19 di Indonesia.
Kolkisin sebagai Terapi Adjuvan pada Coronavirus Disease Dian Indriani Hidayat; Sofyan Budi Raharjo
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i3.180

Abstract

Beragam manifestasi klinis, patogenesis yang masih belum pasti, dan belum ditemukannya obat yang efektif untuk penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) mendorong penggunaan berbagai obat off-label sebagai upaya penyembuhan pasien. Obat anti peradangan dan imunomodulator banyak dipakai dalam terapi terutama untuk kasus berat dan kritis. Kolkisin yang dikenal sebagai obat gout diuji coba sebagai alternatif pengobatan COVID-19. Namun penggunaan obat ini sebagai pilihan terapi pada COVID-19 masih jarang. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID-19. Tinjauan literatur ini dilakukan dengan mencari jurnal yang telah dipublikasi secara bebas di berbagai jurnal kedokteran internasional dengan kata kunci “colchicine AND COVID-19 journal” dan diperoleh sebanyak 10 jurnal yang secara spesifik membahas mengenai kolkisin dan COVID19. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa Kolkisin memiliki dampak positif terhadap pengobatan COVID-19. Kolkisinmemiliki efek anti inflamasi multipel yang tidak spesifik pada target tunggal tertentu dan tidak bersifat imunosupresif.Sifat immunomodulator, anti inflamasi dan antiviral menjadi dasar penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID19. Kolkisin terbukti dapat mempercepat waktu perbaikan klinis pasien, menurunkan angka kematian, kebutuhan rawat inap, dan lama rawat pasien COVID-19. Sedangkan efek antitrombosis kolkisin pada COVID-19 masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kolkisin perlu diberikan secara berhati-hati terkait efeknya pada gastrointestinal dan perlunya penyesuaian pada gangguan ginjal. Penggunaan kolkisin pada pasien COVID-19 menjadi alternatif terapi potensial karena relatif aman, murah, tersedia banyak, dan penggunaan secara peroral. Dengan hasil tersebut diatas, kolkisin dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari usaha penyembuhan pasien COVID-19.