Inspektorat CPOB merupakan bagian Badan POM dengan domain pengawasan pada produk terapetik baik pre maupun post market. Salah satu strategi Badan POM pada kebijakan internal dan Renstra adalah perkuatan TIK menuju pengawasan yang terintegrasi. Namun untuk mengintegrasikan direktorat dalam rangka mewujudkan perkuatan pengawasan produk terapetik masih merupakan tantangan. Proses pengawasan produk terapetik tidak bisa berjalan tanpa dukungan pertukaran informasi dari direktorat lain. Sedangkan saat ini ruang lingkup pembangunan SI pengawasan hanya terbatas internal Inspektorat CPOB. Permasalahan pengawasan diuraikan menggunakan pendekatan SSM, yang menghasilkan root definition berupa usulan pemodelan EA sistem pengawasan produk terapetik yang berbasis SOA. Mengacu kepada best practice dan sumber penelitian, EA menjadi salah satu strategi menguraikan kompleksitas integrasi melalui asset untuk mendefinisikan misi, informsi dan teknologi. Mengoptimalkan manfaat EA, penelitian menggunakan SOA dalam menterjemahkan layanan bisnis pengawasan produk terapetik ke dalam teknologi. Peneliti menggunakan kerangka TOGAF versi 9.1 yang menawarkan satu paket alat perancangan untuk mendukung SOA. Implementasi SOA pada perancangan pemodelan EA sistem pengawasan produk terapetik tercermin dari proses assesment tingkat kematangan SOA (as is dan to be) menggunakan OSIMM dan pemodelan arsitektur visi, arsitektur bisnis berupa 9 area bisnis pengawasan dengan 24 fungsi bisnis dan 12 kebutuhan layanan informasi, arsitektur sistem informasi yang menghasilkan 9 modul aplikasi dengan 23 sub aplikasi serta usulan arsitektur teknologi. Web service merupakan teknologi yang disaranakan digunakan untuk membangun layanan informasi antar entitas data di Direktorat yang berbeda, sehingga sistem pengawasan produk terapetik dapat memenuhi harapan Inspektorat CPOB.