Vialinda Siswati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kontribusi Science dalam Pembelajaran PAI Vialinda Siswati
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.686 KB)

Abstract

The prominent role of science towards the learning of Islamic religious education is, the result of mutual dialogue between science and religious education of Islam is expected to strengthen the relationship of both because it is both the science is a unity that always has a goal and vision to reach piety Allah SWT both in world life and hereafter. In its application, it is time we do Islamization of science, because the issue of Islamization of science is not new.The purpose of writing this article is to provide descriptions of the definition of science and its relationship in Islamic religious education and analyze the role of science in learning Islamic religious education.
Studi Pemikiran Al Faruqi tentang Tauhid Ilmu dan Politik Vialinda Siswati
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ismail Raji Al-Faruqi merupakan tokoh dunia Islam yang banyak dikenal dengan teori Islamisasi ilmu pengetahuan, gagasan Al-Faruqi muncul merupakan bentuk kepeduliannya terhadap keilmuan Islam karena saat itu sudah muncul yang dinamakan dikotomi ilmu yang mengelompokkan ilmu Barat dan Ilmu Islam, Al-Faruqi yang memiliki banyak latar pendidikan dari Barat mencoba memberikan nuansa baru Islam dengan tetap mempelajari keilmuan barat namun memberi nilai-nilai keislaman di dalamnya sebagai tolak ukur keberhasilan ilmu pengetahuan itu sendiri, dan gagasan inipun banyak memunculkan pro kontra pada masyarakat Islam kala itu sehingga sampai membuat dirinya menjadi terkenal di dunia. Selanjutnya Ismail Raji Al-Faruqi memberikan gambaran seharusnya keilmuan itu dengan membuat seakan-akan ada rantai di antara ilmu satu dan lainnya yang saling berkaitan tetapi yang menjadi titik utama adalah ilmu tauhid karena menurutnya ilmu ini adalah ilmu yang paling utama sebelum memunculkan ilmu lanjutan seperti contoh ilmu tauhid mampu mempengaruhi pemikirannya hingga membentuk sebuah internalisasi keimanan yang kemudian merambah dalam pengaturan keduniawian sebagai pendukung adalah politik karena memegang peranan penting dalam sebuah sistem dimanapun berada dari politik tersebut memunculkan sebuah pembentukan kepemimpinan yang nantinya menguasai sistem sebuah ketatanegaraan yang selanjutnya akan kembali terhadap kebebasan ilmu itu sendiri yang nantinya akan tetap menjadi dikotomi ataukah memberikan nilai-nilai yang bernuansa Islam.
Responsibilitas Keluarga Terhadap Anak di Era Digital Dalam Perspektif Hukum Islam di Pagentan Singosari Malang Vialinda Siswati; Achmad Yai‟zzan Wafro; M . Thoyyib Ma'bad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.079 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.564

Abstract

Artikel ini diambil dari hasil penelitian di suatu daerah di Malang dengan mengambil beberapa masalah yang dihadapi oleh orang tua disaat pandemi covid 19 berlangsung, yang mengharuskan siswa untuk belajar di rumah secara daring, ini merupakan problem tersendiri bagi orang tua karena kebanyakan masih banyak yang belum mengenal teknologi. Namun orang tua harus memfasilitasi media belajar anak. Penelitian ini menggunakan kualitatif case study dengan metode pengambilan data dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan pendidikan kepada anaknya melalui media berhukum wajib dalam Islam dan keluarga memiliki tanggung jawab agar selektif dalam mengasuh, oleh sebab itu pendidikan keluarga Islam tetap relevan digunakan di era digital saat ini. Orang tua mengaktualisasikan hak anak sesuai pandangan Islam. Orang tua tetap menanamkan nilai-nilai Islam dalam memperkuat keyakinan anak untuk selalu melakukan hal yang dianjurkan dalam Islam melalui media yang berkembang saat ini.