Fajar Syarif
Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Curriculum School Based on International Standart Fajar Syarif
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 5 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.823 KB)

Abstract

This research represents curriculum at International Standard School. This research is interesting to be carried out because the curriculum in International Standard School is still survived and it is widely adopted by many educational institutions. This research is written by studying many documentation resources being described in books, journals, and so on. First, the researcher describes the substance of International Standard School and then the curriculum that is implemented in the International Standard Schools. The description shows that the curriculum in International Standard School has big role in educating students. The research finally shows that curriculum is one of important factor to attain success as well as a certain educational failure.
ESENSI GURU DALAM VISI-MISI PENDIDIKAN KARAKTER Sunarya Pasady; Haris Renaldi; Hidayati Hidayati; Fajar Syarif; Pahrurraji Pahrurraji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.31

Abstract

Mohammad Natsir, tampaknya percaya betul dengan ungkapan Dr. G.J. Nieuwenhuis yang pernah menyatakan, “Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”. Menurut rumus ini, dua kata kunci kemajuan bangsa adalah “guru” dan “pengorbanan”. Maka, awal kebangkitan bangsa harus dimulai dengan mencetak “guru-guru yang suka berkorban”. Guru yang dimaksud Natsir bukan sekedar “guru pengajar dalam kelas formal”. Guru adalah para pemimpin, orang tua dan juga pendidik. Guru adalah teladan. Guru adalah “digugu” (didengar) dan “ditiru” (dicontoh). Guru bukan sekedar terampil mengajar bagaimana menjawab soal Ujian Nasional, tetapi diri dan hidupnya harus menjadi contoh bagi murid-muridnya.