Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air seperti: Ca2+, SO4-2, CO3-2dan Mg2+. Gipsum (CaSO4.2H2O) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak gipsum dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl2 dan Na2SO4 dengan laju alir 30 ml/menit dan konsentrasi larutan 3500 ppm, Ca2+. Fe2+ ditambahkan kedalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari kuningan karena tahan terhadap korosi. Pembentukan kristal gipsum dapat dilihat dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Bentuk kristal gipsum dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, Massa kerak ditimbang untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif terhadap massa kerak yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan aditif Fe2+ 5 ppm memperpanjang waktu induksi 27.2 %, menurunkan massa kerak 17.6 % dan penambahan aditif Fe2+ 10 % memperpanjang waktu induksi 54.5 % menurunkan massa kerak 38.5 %.. Aditif juga mempengaruhi morfologi Kristal gipsum yaitu kristal menjadi lebih pendek tapi tidak merubah bentuk kristal, yaitu tetap orthorhombic. Keywords : Fe2+, gipsum, impuritas, pencegahan kerak