Ruly Krisdiana
Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Jl. Raya Kendalpayak, km 7 Malang, Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA PREFERENSI PETANI DAN PENYEBARAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Krisdiana, Ruly
Buletin Palawija No 28 (2014)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan penyumbang produksi kedelai ketiga terbesar setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dinamika preferensi petani dan penyebaran varietas unggul kedelai di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2012 mengalami pergeseran dan perbedaan dengan tahun 2008. Penulisan ini adalah untuk menelaah dinamika preferensi petani dan penyebaran varietas kedelai di Nusa Tenggara Barat. Makalah disusun berdasarkan suatu telaah beberapa studi perilaku petani pada tahun 2008 dan 2012. Hasil telaah mampu memberikan gambaran bahwa adanya dinamika preferensi petani dalam kurun waktu tahun 2008 sampai dengan 2012, kecuali keinginan petani dari aspek kulit biji kedelai yang tetap yakni kuning sampai dengan putihkekuningan dan bentuk biji yang oval. Di sisi lain, telah terjadi pergeseran preferensi petani terhadap kedelai yang mengarah ke biji besar dan umur panen genjah. Implikasinya adalah pengembangan kedelai berbiji besar, bentuk biji yang oval, berumur genjah dan warna kulit biji kuning atau putihkekuningan mempunyai peluang besar untuk diterima petani secara cepat. Dari aspek penyebaran varietas kedelai memberikan pengertian bahwa varietas unggul kedelai yang ukuran bijinya besar mendominasi areal tanam atau panen kedelai (Anjasmoro dan Grobogan). Peran pemerintah melalui program bantuan langsung benih unggul (BLBU) mempercepat penyebaran varietas unggul baru.
Tingkat Penerimaan Industri Terhadap Varietas Unggul Kedelai di Jawa Timur Krisdiana, Ruly
CAKRAWALA Vol 7, No 1: Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2452.621 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v7i1.175

Abstract

Kebutuhan kedelai domestic sekitar 2,3 juta ton per tahun,sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 30-40% dari kebutuhan nasional,sedang selebihnya dicukupi oleh kedelai impor. Hingga tahun 2011 telah dilepas 72 varietas unggul kedelai oleh pemerintah, baik yang berbiji besar, sedang, dan kecil. Permasalahan mendasar adalah: varietas unggul mana yang relative banyak diusahakan oleh industri yang berbahan baku kedelai. Oleh karena itu kajian tentang tingkat penerimaan industri terhadap varietas unggul komoditas kedelai diperlukan. Penelitian dilaksanakan di industri tahu, temped an kecap di Jawa Timur (Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Surabaya,Jombang Nganjuk,Kediri,Bangkalan) secara survey dengan metode purposive sampel ke industri tahu, temped an kecap pada 2011.
Tingkat Penerimaan Industri Terhadap Varietas Unggul Kedelai di Jawa Timur Krisdiana, Ruly
Cakrawala Vol. 7 No. 1: Desember 2012
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v7i1.175

Abstract

Kebutuhan kedelai domestic sekitar 2,3 juta ton per tahun,sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 30-40% dari kebutuhan nasional,sedang selebihnya dicukupi oleh kedelai impor. Hingga tahun 2011 telah dilepas 72 varietas unggul kedelai oleh pemerintah, baik yang berbiji besar, sedang, dan kecil. Permasalahan mendasar adalah: varietas unggul mana yang relative banyak diusahakan oleh industri yang berbahan baku kedelai. Oleh karena itu kajian tentang tingkat penerimaan industri terhadap varietas unggul komoditas kedelai diperlukan. Penelitian dilaksanakan di industri tahu, temped an kecap di Jawa Timur (Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Surabaya,Jombang Nganjuk,Kediri,Bangkalan) secara survey dengan metode purposive sampel ke industri tahu, temped an kecap pada 2011.