R.D Ratnani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN HASIL PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG SINGKONG (Manihot esculenta) DAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) PADA PROSES YANG SAMA R.D Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.126

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi (BBM) di berbagai negara akhir-akhir ini mengalami peningkatan tajam. Untuk mengurangi tekanan besarnya konsumsi minyak, Bio-ethanol (ethanol) merupakan salah satu pilihan untuk dipergunakan sebagai sumber energi pengganti minyak (bensin). Bio-ethanol ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat menghasilkan energi (energi resources) ataupaun pembawa energi (energy carrier) yang lebih terjamin keberlanjutannya (sustainabel), lebih ramah lingkungan, dan lebih ekonomis sebag ai pengganti atau campuran bensin atau premium. penggunaan ethanol untuk bahan bakar. Proses pembuatan bioetanol terjadi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku, yang berupa proses hidrolisa pati menjadi glukosa. Tahap kedua berupa proses fermentasi, merubah glukosa menjadi etanol dan CO2. Sedangkan tahap ketiga yaitu pemurnian hasil dengan cara distilasi. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat diaplikasikan dalam masyarakat. Selain mudah diaplikasikan dapat juga di jadikan alternatif yang paling menjajikan. Pada kajian ini dapat dilihat bahwa ternyata ubi kayu mendapatkan bioethanol lebih banyak.Kata kunci : bioethanol, sustainable, and glukos.
BAHAYA BAHAN TAMBAHAN MAKANAN BAGI KESEHATAN R.D Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.146

Abstract

Industri makanan saat ini telah berkembang pesat. Seiring dengan berkembangnya industri makanan telah bainyak pula efek negatif yang timbul. Makanan yang kita konsumsi sebaiknya adalah makanan yang sehat. Definisi makanan yang sehat adalah makanan yang tidak mengandung bahan yang dapat merugikan mahluk hidup yang mengkonsumsinya. Tujuan diketahuinya bahaya bahan tambahan makanan adalah agar kita waspada pada makanan yang akan dikonsumsi. Bahan tambahan makanan yang dipelajari adalah antara lain, pewarna, penyedap rasa dan aroma,, pemantap, anti oksidan, pengawet, pengemulsi , anti gumpal, pemucat, dan pengental. Tujuan pemberian bahan tambahan makanan adalah untuk mempengaruhi dan menambah cita rasa, warna, tekstur, dan penampilan dari bahan makanan. Setelah diketahui batasan- batasan bahan tambahan makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi, diharapkan kita akan lebih cermat dalam memilih makanan yang tepat.Selain cermat dalam memilih kita juga akan dapat mengukur dosis yang tepat untuk ditambahkan.Kata kunci : makanan, pengawet, pengemulsi, anti oksidan, dan waspada.