D Soetrisnanto
Magister Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang Jl Prof Sudarto SH Tembalang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PREKLORINASI TERHADAP PROSES START UP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SISTEM ANAEROBIC BAFFLED REACTOR H Mulyani; S B Sasongko; D Soetrisnanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.283

Abstract

Tingginya kandungan sianida dalam limbah cair tapioka ditengarai dapatmenjadi inhibitor bagi proses pengolahan biologi. Keberadaan sianida dapatmengakibatkan lebih lamanya waktu start up diperlukan untuk memperolehkultur bakteri dalam reaktor anaerob yang dapat bekerja stabil menurunkankadar polutan dan memperlambat proses dekomposisi senyawa organik. Kajianmengenai pengaruh preklorinasi fresh feed terhadap proses start up operasiAnaerobic Baffled Reactor 2 baffle perlu dilakukan. Penelitian ini terbagimenjadi 3 tahapan utama yaitu inokulasi benih lumpur, preklorinasi fresh feeddan operasi start up secara batch sampai tercapai kadar COD efluen yangstabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tapioka dengan CODinfluen 8000 mg/L dan pH 4,84 memerlukan 9 hari start up dengan COD efluen954 mg/L. Peningkatan pH influen menjadi 8 mampu menghasilkan kadar CODefluen 347 mg/L dalam 6 hari start up. Preklorinasi terhadap fresh feed denganpenambahan kalsium hipoklorit berdasar perbandingan rasio mol klor dansianida sebesar 1:1 dapat mengurangi waktu start up hingga hanya menjadi 5hari dan menurunnya COD efluen hingga mencapai kadar 230 mg/L.Kata kunci: Tapioca wastewater; Anaerobic Baffled Reactor; startup; prechlorination