Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Koperasi Limbah Pertanian: Strategi Pemanfaatan Limbah Yang Lestari Dan Berkelanjutan Suryadi Pappa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.906 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2484

Abstract

Seiring dengan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam negeri, tanpa disadari telah berdampak besar terhadap pencemaran lingkungan. Limbah pertanian menjadi hasil dari pertanian yang dianggap tidak dibutuhkan sehingga dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, bila hal ini terus terjadiakan dapat mencemari lingkungan sekitar. Sejalan dengan itu, pendirian koperasi telah lama dikenal secara luas masyarakat sebagai lembaga swadaya dalam memenuhi kebutuhan akanmasyarakat, bersamaan dengan UMKM koperasi dibentuk untuk meningkatkan perekonomian nasional.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan dianalisis secara kuanlitatif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui sejauh ini limbah pertanian belum diolah maksimal sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan padahal limbah pertanian masih dapat dikelola guna meningkatkan kesejahteraan.Pelaksanaan/ pendirian koperasi membutuhkan kerjasama instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementrian terkait, pihak UMKM, perbankan dan masyarakat sebagai pelaku koperasi yang bersatu padu dan terintegrasi untuk bersama – sama menguatkan sektoral koperasi limbah pertanian.Inovasi limbah pertanian: a) TaLim (Tabungan Limbah) b) KreLi (Kredit Limbah) c) OLi (Online Limbah) dan d) AsPer (Asuransi Pertanian) menjadi salah satu pendukung berjalannya sistem koperasi. sebuah koperasi khusus yang menangani limbah pertanian dapat menjadi kebijakan yang dapat ditempuh guna menanggulangi masalahlimbah pertanian.
Koperasi Limbah Pertanian: Strategi Pemanfaatan Limbah Yang Lestari Dan Berkelanjutan Suryadi Pappa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2484

Abstract

Seiring dengan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam negeri, tanpa disadari telah berdampak besar terhadap pencemaran lingkungan. Limbah pertanian menjadi hasil dari pertanian yang dianggap tidak dibutuhkan sehingga dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, bila hal ini terus terjadiakan dapat mencemari lingkungan sekitar. Sejalan dengan itu, pendirian koperasi telah lama dikenal secara luas masyarakat sebagai lembaga swadaya dalam memenuhi kebutuhan akanmasyarakat, bersamaan dengan UMKM koperasi dibentuk untuk meningkatkan perekonomian nasional.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan dianalisis secara kuanlitatif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui sejauh ini limbah pertanian belum diolah maksimal sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan padahal limbah pertanian masih dapat dikelola guna meningkatkan kesejahteraan.Pelaksanaan/ pendirian koperasi membutuhkan kerjasama instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementrian terkait, pihak UMKM, perbankan dan masyarakat sebagai pelaku koperasi yang bersatu padu dan terintegrasi untuk bersama – sama menguatkan sektoral koperasi limbah pertanian.Inovasi limbah pertanian: a) TaLim (Tabungan Limbah) b) KreLi (Kredit Limbah) c) OLi (Online Limbah) dan d) AsPer (Asuransi Pertanian) menjadi salah satu pendukung berjalannya sistem koperasi. sebuah koperasi khusus yang menangani limbah pertanian dapat menjadi kebijakan yang dapat ditempuh guna menanggulangi masalahlimbah pertanian.
Koperasi Limbah Pertanian: Strategi Pemanfaatan Limbah Yang Lestari Dan Berkelanjutan Suryadi Pappa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.906 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2484

Abstract

Seiring dengan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam negeri, tanpa disadari telah berdampak besar terhadap pencemaran lingkungan. Limbah pertanian menjadi hasil dari pertanian yang dianggap tidak dibutuhkan sehingga dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, bila hal ini terus terjadiakan dapat mencemari lingkungan sekitar. Sejalan dengan itu, pendirian koperasi telah lama dikenal secara luas masyarakat sebagai lembaga swadaya dalam memenuhi kebutuhan akanmasyarakat, bersamaan dengan UMKM koperasi dibentuk untuk meningkatkan perekonomian nasional.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan dianalisis secara kuanlitatif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui sejauh ini limbah pertanian belum diolah maksimal sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan padahal limbah pertanian masih dapat dikelola guna meningkatkan kesejahteraan.Pelaksanaan/ pendirian koperasi membutuhkan kerjasama instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementrian terkait, pihak UMKM, perbankan dan masyarakat sebagai pelaku koperasi yang bersatu padu dan terintegrasi untuk bersama – sama menguatkan sektoral koperasi limbah pertanian.Inovasi limbah pertanian: a) TaLim (Tabungan Limbah) b) KreLi (Kredit Limbah) c) OLi (Online Limbah) dan d) AsPer (Asuransi Pertanian) menjadi salah satu pendukung berjalannya sistem koperasi. sebuah koperasi khusus yang menangani limbah pertanian dapat menjadi kebijakan yang dapat ditempuh guna menanggulangi masalahlimbah pertanian.