Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUJIAN INKUBATOR BAYI MENGGUNAKAN 2 BUAH LAMPU PIJAR BERKAPASITAS 25 WATT PADA 11 SUHU RUANGAN YANG BERBEDA Chalilullah Rangkuti; Rosyida Permatasari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.22 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7350

Abstract

Bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus pada proses persalinan, sehingga hal ini berpengaruh pada kesehatan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi lahir prematur mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap ruangan sekitarnya. Suhu sekitar bayi dikondisikan sesuai dengan kebutuhan bayi agar bayi mampu beradaptasi dan tidak rentan terhadap penyakit, sehingga hal tersebut diperlukan alat inkubator yang membantu menormalkan suhu disekitar tubuh bayi. Inkubator bayi dibuat dengan bahan material acrylic pada ketebalan 3 mm. Suhu didalam ruang inkubator harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi prematur yaitu antara 32℃-37℃. Oleh karena itu dibutuhkan alat mikrokontroler BR6 dan sensor termokopel untuk mengatur dan mengetahui suhu yang ada didalam ruang inkubator. Lampu pijar digunakan sebagai pemanas ruang inkubator. Baterai digunakan untuk alat penyimpanan sumber listrik. Pengujian ini dilakukan dengan cara pengamatan dan analisis data suhu yang dapat dicapai dalam waktu tertentu pada inkubator. Didapatkan hasil bahwa suhu inkubator sebesar 32.℃ menggunakan 2 buah lampu pijar berkapasitas 25 Watt yang dapat dicapai dalam waktu 9 menit pada suhu ruang 29.6℃.
PENGUJIAN INKUBATOR BAYI MENGGUNAKAN 2 BUAH LAMPU PIJAR BERKAPASITAS 25 WATT PADA 11 SUHU RUANGAN YANG BERBEDA Chalilullah Rangkuti; Rosyida Permatasari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7350

Abstract

Bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus pada proses persalinan, sehingga hal ini berpengaruh pada kesehatan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi lahir prematur mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap ruangan sekitarnya. Suhu sekitar bayi dikondisikan sesuai dengan kebutuhan bayi agar bayi mampu beradaptasi dan tidak rentan terhadap penyakit, sehingga hal tersebut diperlukan alat inkubator yang membantu menormalkan suhu disekitar tubuh bayi. Inkubator bayi dibuat dengan bahan material acrylic pada ketebalan 3 mm. Suhu didalam ruang inkubator harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi prematur yaitu antara 32℃-37℃. Oleh karena itu dibutuhkan alat mikrokontroler BR6 dan sensor termokopel untuk mengatur dan mengetahui suhu yang ada didalam ruang inkubator. Lampu pijar digunakan sebagai pemanas ruang inkubator. Baterai digunakan untuk alat penyimpanan sumber listrik. Pengujian ini dilakukan dengan cara pengamatan dan analisis data suhu yang dapat dicapai dalam waktu tertentu pada inkubator. Didapatkan hasil bahwa suhu inkubator sebesar 32.℃ menggunakan 2 buah lampu pijar berkapasitas 25 Watt yang dapat dicapai dalam waktu 9 menit pada suhu ruang 29.6℃.
PENGUJIAN INKUBATOR BAYI MENGGUNAKAN 2 BUAH LAMPU PIJAR BERKAPASITAS 25 WATT PADA 11 SUHU RUANGAN YANG BERBEDA Chalilullah Rangkuti; Rosyida Permatasari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.22 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7350

Abstract

Bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus pada proses persalinan, sehingga hal ini berpengaruh pada kesehatan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi lahir prematur mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap ruangan sekitarnya. Suhu sekitar bayi dikondisikan sesuai dengan kebutuhan bayi agar bayi mampu beradaptasi dan tidak rentan terhadap penyakit, sehingga hal tersebut diperlukan alat inkubator yang membantu menormalkan suhu disekitar tubuh bayi. Inkubator bayi dibuat dengan bahan material acrylic pada ketebalan 3 mm. Suhu didalam ruang inkubator harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi prematur yaitu antara 32℃-37℃. Oleh karena itu dibutuhkan alat mikrokontroler BR6 dan sensor termokopel untuk mengatur dan mengetahui suhu yang ada didalam ruang inkubator. Lampu pijar digunakan sebagai pemanas ruang inkubator. Baterai digunakan untuk alat penyimpanan sumber listrik. Pengujian ini dilakukan dengan cara pengamatan dan analisis data suhu yang dapat dicapai dalam waktu tertentu pada inkubator. Didapatkan hasil bahwa suhu inkubator sebesar 32.℃ menggunakan 2 buah lampu pijar berkapasitas 25 Watt yang dapat dicapai dalam waktu 9 menit pada suhu ruang 29.6℃.