Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UTILITARIANISM: HISTORY, CONCEPTS AND ROLES Harun Ni'am
SPEKTRUM Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.446 KB) | DOI: 10.31942/spektrum.v5i2.490

Abstract

AbstraksiUtilitarianisme merupakan teori etika konsekuensialis yang membuat kita berpikir mengenai kebaikan terbesar untuk jumlah terbanyak, dan keburukan terkecil untukjumlah terkecil. Kepentingan mayoritas dinilai lebih penting daripada kepentingan minoritas, karena utilitas yang memang harus dimaksimumkan. Dengan cara ini, ia dianggap berkesesuaian dengan demokrasi dan cocok untuk  menentukan kebijakan publik. Diakui atau tidak, utilitarianisme menjadi teori etika yang paling seringdigunakan dalam berbagai aspek dan tingkatan kehidupan. Sebab, ia dianggap bersifat internal, koheren, sederhana, menyeluruh dan dapat secara cepat memecahkan dilema. Namun, sering kali menjadi sangat sulit untuk memberi nilaikebaikan dan keburukan untuk banyak orang yang berbeda. Bagaimana menjalankan kepentingan publik ketika dalam waktu yang bersamaan harus menghormati danmelindungi otonomi seseorang? Artikel ini mencoba mengulas teori utilitarianisme, mulai dari sejarah, konsep sampai pengaruhnya dalam berbagai hal.Kata kunci : teori utilitarianisme, moral, analisa kebijakan
Facebook and Virtual Democracy: A Political Movement Against the Criminalization of the KPK Harun Ni'am
SPEKTRUM Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.299 KB) | DOI: 10.31942/spektrum.v7i1.626

Abstract

Abstract As a social networking website, Facebook is not only struggling in terms of companionship, but also has penetrated into the other things, including politics. Its usage has evolved from merely socializing to news of politics, fundraising, gathering masses and voicing public opinion, among others. Even Indonesian political situation recently added that as technology advances, the virtual world or the Internet, especially Facebook, should be the next pillar of democracy. Key Words : Facebook, virtual democracy, Indonesian polititical situation