Samuel Kristianto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI USAHA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN SEKTOR INDUSTRI ROTAN BALEARJOSARI KOTA MALANG (Studi kasus pada industry kecil rotan di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Samuel Kristianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.182 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada kerajinan industri rotan di Kelurahan Balearjosari,  Kecamatan Blimbing, Kota Malang, serta juga untuk mengetahui variabel-variabel yang menjadi sumber inefisiensi pada masing-masing pengrajin dan bagaimana solusi untuk mencapai efisiensi usaha kerajinan industri rotan yang belum efisien. Sejalan dengan dengan tujuan penelitian, metode analisis yang digunakan adalah pendekatan non parametric dengan menggunakan Data Envelopment Analaysis (DEA).   Metode DEA dibuat sebagai alat bantu untuk mengevaluasi kinerja suatu aktifitas dalam sebuah organisasi. Pada dasarnya prinsip kerja model DEA adalah membandingkan data input dan output dari suatu organisasi data (  decision making unit/DMU) dengan data input dan output lainya pada DMU yang sejenis. Perbandingan ini dilakukan untuk mendapatkan suatu nilai efisiensi, data yang digunakan adalah data primer serta data sekundersebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden usaha kerajinan industri rotan, yang sudah mencapai efisiensi dalam usahanya adalah sebanyak 17 industri. Sedangkan 13 industri diantaranya masih belum mencapai efisiensi usaha dalam produksinya, sumber-sumber yang menyebabkan inefisiensi pada usaha kerajinan industri rotan yang inefisien berasal dari kurang optimalnya penggunaan pada variabel input dan outpunya. Untuk mengusahakan industri yang inefisien menjadi efisien dapat dilakukan dengan menyesuaikan nilai actual dari variabel input dan output yang belum efisien, menjadi nilai target yang direkomendasikan oleh DEA.Mengacu pada hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat efisiensi pada usaha kerajinan industri rotan di daerah Kelurahan Balearjosari  masih harus ditingkatkan dan dikembangkan, karena hampir dari setengah populasi industri pada sentra tersebut masih belum efisien dalam usaha produksinya.     Kata Kunci:  Efisiensi, Inefisiensi, Data Envelopment Analysis (DEA), Decision Making Unit (DMU)
ANALISIS EFISIENSI USAHA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN SEKTOR INDUSTRI ROTAN BALEARJOSARI KOTA MALANG (Studi kasus pada industry kecil rotan di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Kristianto, Samuel
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada kerajinan industri rotan di Kelurahan Balearjosari,  Kecamatan Blimbing, Kota Malang, serta juga untuk mengetahui variabel-variabel yang menjadi sumber inefisiensi pada masing-masing pengrajin dan bagaimana solusi untuk mencapai efisiensi usaha kerajinan industri rotan yang belum efisien. Sejalan dengan dengan tujuan penelitian, metode analisis yang digunakan adalah pendekatan non parametric dengan menggunakan Data Envelopment Analaysis (DEA).   Metode DEA dibuat sebagai alat bantu untuk mengevaluasi kinerja suatu aktifitas dalam sebuah organisasi. Pada dasarnya prinsip kerja model DEA adalah membandingkan data input dan output dari suatu organisasi data (  decision making unit/DMU) dengan data input dan output lainya pada DMU yang sejenis. Perbandingan ini dilakukan untuk mendapatkan suatu nilai efisiensi, data yang digunakan adalah data primer serta data sekundersebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden usaha kerajinan industri rotan, yang sudah mencapai efisiensi dalam usahanya adalah sebanyak 17 industri. Sedangkan 13 industri diantaranya masih belum mencapai efisiensi usaha dalam produksinya, sumber-sumber yang menyebabkan inefisiensi pada usaha kerajinan industri rotan yang inefisien berasal dari kurang optimalnya penggunaan pada variabel input dan outpunya. Untuk mengusahakan industri yang inefisien menjadi efisien dapat dilakukan dengan menyesuaikan nilai actual dari variabel input dan output yang belum efisien, menjadi nilai target yang direkomendasikan oleh DEA.Mengacu pada hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat efisiensi pada usaha kerajinan industri rotan di daerah Kelurahan Balearjosari  masih harus ditingkatkan dan dikembangkan, karena hampir dari setengah populasi industri pada sentra tersebut masih belum efisien dalam usaha produksinya.     Kata Kunci:  Efisiensi, Inefisiensi, Data Envelopment Analysis (DEA), Decision Making Unit (DMU)