Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI BANGLIAO HASAN KELURAHAN BAGAN BARAT KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR Ulfa Rizki Pradini; Eni Yulinda; Hazmi Arief
Berkala Perikanan Terubuk Vol 45, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.4 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.45.3.87-97

Abstract

This research was conducted in February 2017 located in Bangliao Hasan, Bagan Barat Village, Bangko SubDistrict Rokan Hilir Regency. This research is aimed to know the distribution channel of sea fishery fish catching commodity which landed in Bangliao Hasan and to know the amount of marketing margin at every level of marketing institute of marine fishery commodity in Bangliao Hasan. The method used in this study is the survey method with the number of respondents as many as 50 people consisting of 1 owner of bangliao (tauke), 6 workers in bangliao, 10 fishermen, 8 agents, 2 restaurant owners, 15 retailers and 8 people of along-along where the determination of respondents conducted by census. Based on research result it is known that the institutions that play a role in the distribution of fish catch marketing in Bangliao Hasan are fishermen, tauke, agents, retailers and along-along (retailers who sells by traveling around) as well as consumers with a distribution pattern consisting of three distribution chains and the conclusion that can be taken the highest total marketing margin found in Stingray fish IDR 31.000,- and the lowest marketing margin found in Mackerel fish equal to IDR 19.000,-
ANALISIS PERANAN STAKEHOLDER DALAM PENATAAN KELEMBAGAAN PERIKANAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN KOTA DUMAI PROVINSI RIAU Hazmi Arif; Ulfa Rizki Pradini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v9i1.1074

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 yang berlokasi di Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk peranan stakeholder dalam penataan kelembagaan perikanan yang ada di Dumai dan merumuskan strategi pengembangan sektor perikanan kota Dumai secara terpadu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan responden kelembagaan yaitu pelaku utama perikanan dan stakeholder yang terkait langsung dengan sektor perikanan, penentuan responden dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa komponen kelembagaan yang berfungsi sebagai penyokong utama kegiatan yaitu kelompok nelayan, sementara lembaga pemasaran dan lembaga keuangan belum memberikan kontribusi yang jelas dalam mendukung pembangunan perikanan kota Dumai. Hasil analisis stakeholder menetapkan peran stakeholder masih sangat dibutuhkan untuk penataan kelembagaan perikanan, dengan berfungsinya lembaga pemasaran sebagai penyokong dengan rentabilitas yang saling menguntungkan, dan masuknya lembaga keuangan ke sektor perikanan untuk meminimalisir peran tengkulak. Hasil analisis SWOT strategi pengembangan perikanan tangkap Kota Dumai dilakukan dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mencapai peluang yang ada yaitu Pemberdayaan kelompok nelayan melalui penguatan kelembagaan untuk optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan yang ada, optimalisasi pemanfaatan fasilitas penunjang perikanan sebagai media peningkatan pendapatan nelayan, penguatan permodalan usaha nelayan dengan memanfaatkan program pemerintah maupun lembaga permodalan swasta yang ada, memenuhi peluang pasar yang telah ada.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Bioflok pada Budidaya Lele di Desa Tasik Seminai, Kabupaten Siak Bintal Amin; Efriyeldi Efriyeldi; Lie Othman; Zulkifli Zulkifli; Clara Yolandika; Putri Rahayunigtyas; Irvina Nurachmi; Hazmi Arief; Ulfa Rizki Pradini
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.39-46

Abstract

The community empowerment program utilizing biofloc technology in catfish farming was implemented in Tasik Seminai Village, Siak Regency, with the Pokdakan Tasik Makmur group as the primary partner. The program aimed to enhance the capacity of fish farmers, improve aquaculture techniques, strengthen business management, and generate social and economic benefits at the community level. A participatory approach was implemented through socialization, training, the establishment of a biofloc demonstration pond, and business mentoring over a three month period. Evaluation was conducted using pre- and post-tests, as well as field observations. The results demonstrate significant improvements in farmers’ capacities: knowledge increased from 62% to 85%, positive attitudes toward adopting biofloc rose from 65% to 88%, and technical skills improved from 60% to 82%. Technically, the Feed Conversion Ratio (FCR) decreased from 1.8 to 1.4, while the Survival Rate (SR) increased from 70% to 90%. From an economic perspective, production costs decreased from IDR 23,000,000 to IDR 20,000,000, while net profit increased fivefold, rising from IDR 2,000,000 to IDR 10,000,000. Additionally, the R/C ratio improved from 1.09 to 1.50, indicating enhanced economic feasibility. Socially, the program strengthened group solidarity through collective action and intensive communication. Overall, biofloc technology has proven to be an effective strategic tool for empowering fishing communities by improving technical efficiency, economic viability, and social cohesion in catfish farming.