Zahratunnisa Zahratunnisa
Sekolah tinggi agama Islam Indonesia (STAIINDO) Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Ulama Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 Zahratunnisa Zahratunnisa
ADALAH Vol 4, No 1 (2020): Spesial Issue Covid-19
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i1.16496

Abstract

Abstract:The Covid-19 pandemic has had a complex frustrating impact on society. Da'wah opportunities to encourage mitigation of major outbreaks given the nature of religion which enters all fields. The description of the qualitative socio-religious analysis from this paper aims to find the position of the ulama in a pandemic situation from an Islamic perspective, as well as the significance of da'wah in the maximum mitigation of the outbreak. Where it is found here that ulama are part of ulil amri who are fully responsible whether or not there are other ulil amri elements. The method of da'wah which is significant in mitigating a pandemic is by combining a religious basis and a scientific basis to convince the public, in addition to persuasive patterns along with structured real efforts and exemplary which is always put forward.Keywords: Pandemic; Mitigation; Scholars Abstrak:Pandemi Covid-19 memberi dampak frustasi kompleks di masyarakat. Peluang dakwah untuk mendorong mitigasi wabah besar mengingat watak agama yang masuk ke semua bidang. Deskripsi analisa kualitatif sosio religi dari tulisan ini bertujuan menemukan posisi ulama dalam situasi pandemi dalam pandangan keislaman, serta signifikansi dakwah dalam mitigasi maksimal wabah. Dimana ditemukan disini bahwa ulama adalah bagian dari ulil amri yang bertanggung jawab penuh baik dengan ada atau tidak adanya unsur ulil amri yang lain. Adapun metode dakwah yang signifikan dalam mitigasi pandemi adalah dengan menggabungkan dasar keagamaan dan dasar saintifik untuk meyakinkan masyarakat, di samping pola persuasif beserta upaya riil terstruktur dan juga keteladanan yang selalu dikedepankan.Kata Kunci: Ulama;  Mitigasi;  Pandemi 
Urgensi Komunikasi Antara Guru Agama Dan Siswa Dalam Membina Akhlak Di SMK Corpatarin Utama 02 Heri Andriyanto; Zahratunnisa Zahratunnisa
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 16 No 01 (2021): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v16i01.132

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis untuk mengetahui pentingnya komunikasi antara guru agama dan siswa dalam pembinaan akhlak di SMK Corpatarin Utama 02 dengan mengetahui pola-pola komunikasi yang digunakan oleh para guru agama. Rumusan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pola komunikasi antara guru agama dengan siswa dalam membina akhlak di SMK Corpatarin Utama 02? (2) Apa pentingnya komunikasi antara guru agama dengan siswa dalam membina akhlak di SMK Corpatarin Utama 02?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan lapangan (field research), sedangkan jenis datanya ada dua, yaitu data primer dengan melakukan wawancara dengan beberapa orang guru agama, sedangkan data sekundernya yaitu dari penelaahan terhadap buku-buku bacaan yang mengulas tentang komunikasi dan pendidikan akhlak serta buku-buku yang tidak secara langsung membahas masalah akhlak dan komunikasi tetapi memiliki bahan yang dapat menunjang penulis dalam menyimpulkan penelitian ini secara teoritis. Analisa data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Pola komunikasi yang digunakan oleh guru agama SMK Corpatarin Utama 02 adalah pola komunikasi Bintang, dimana seorang guru menjadi sentral atau pusat yang dapat berkomunikasi kesegala siswa, dengan menggunakan dua bentuk komunikasi, apabila objeknya (siswa) hanya satu orang, maka dilakukan komunikasi Interpersonal (komunikasi antar pribadi), sedangkan komunikasi kelompok apabila objeknya (siswa) banyak, maka akan dilakukan pola komunikasi kelompok, baik dalam skala besar maupun kecil. (2) Komunikasi antara guru agama dengan siswa dalam pembinaan akhlak sangat penting, karena proses pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan mencerdaskan peserta didik, melainkan juga pembinaan sikap, akhlak, karakter dan moral, hal tersebut tidak akan tercapai apabila tidak ada interaksi timbal balik antara guru dan siswa.