Indra Indra
Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis dan Implikasinya dalam Kehidupan Modern Indra Indra
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.521 KB)

Abstract

Kabupaten Bengkalis secara formal masih melaksanakan tradisi pernikahan Melayu yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup. Hasil penelitian ini antara lain adalah: pertama nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai akhlak dan nilai sosial. Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi nilai-nilai pendidikan dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah faktor adat istiadat, faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Sedangkan ketiga bentuk-bentuk implikasi dari pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis antara lain adalah aspek budaya, berkembangnya ilmu dan teknologi serta aspek moral dan etika.
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) TERHADAP PEMERINTAHAN DESA Studi Kasus Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan Irlina Dewi; Titin Sumarni; Indra Indra
Jurnal Yustisiabel Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/yustisiabel.v4i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Bagaimana Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terhadap Pemerintahan Desa Studi Kasus Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan. Metode penelitian terdiri dari jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses perencanaan pembangunan di Desa Pambang Pesisir sudah baik, karena setiap perencanaan pembangunan di desa, BPD selalu dilibatkan baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, bahkan evaluasi. Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengevaluasi pembangunan yang berjalan di Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan Kab. Bengkalis, sangat berperan terbukti dengan seringnya BPD bersama Pemerintah Desa memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan yang sedang berjalan terutama pembangunan yang diprioritaskan seperti pembangunan jalan, pembangunan pasar dan lain sebagainya. Tetapi dalam proses pelaksanaan pembangunan di Desa Pambang pesisir belum sesuai yang diharapkan hal ini disebabkan karena kurangnya anggaran dana yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga belum mampu sepenuhnya membiayai program-program pembangunan yang diharapkan. Peran BPD dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut serta memelihara pembangunan yang ada di Desa Pambang Pesisir yaitu dengan cara menghimbau dan meminta masyarakat pada setiap kegiatan rapat dan upacara apel senin untuk selalu ikut mmelihara dan menjaga pembangunan yang sudah ada di Desa Pambang Pesisir.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis dan Implikasinya dalam Kehidupan Modern Indra Indra
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2016
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v12i1.7

Abstract

Kabupaten Bengkalis secara formal masih melaksanakan tradisi pernikahan Melayu yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup. Hasil penelitian ini antara lain adalah: pertama nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai akhlak dan nilai sosial. Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi nilai-nilai pendidikan dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah faktor adat istiadat, faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Sedangkan ketiga bentuk-bentuk implikasi dari pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis antara lain adalah aspek budaya, berkembangnya ilmu dan teknologi serta aspek moral dan etika.
Teachers' Perceptions Of The Implementation Of Accreditation And Its Relationship With The Quality Of Madrasah Education Johan Andriesgo; Indra Indra; Manisha Anggela
At-Tarbiyat Vol 7 No 1 (2024): Islamic Education In Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v7i1.908

Abstract

This study aims to analyze teacher perceptions of the implementation of accreditation and pit it against the quality of madrasah education. The quality of madrasah education is inseparable from the participation of teachers, who are the prominent individuals to guarantee the quality of a school/madrasah. This study uses a quantitative approach to the type of field research. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires to State Madrasah teachers in Bengkalis. Data analysis in this study used simple linear regression analysis with Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 25.0 For Windows. The analysis and processing of research data show that: 1) When teachers' perceptions of the implementation of S/M accreditation are very good (positive), it will also have a positive effect on the quality of education of a madrasah. Because there is a significant relationship between teachers' perceptions of the implementation of S/M accreditation and the quality of madrasahs, 2) Internal education customers (especially principals/madrasahs, teachers and education personnel) should not assume that school/madrasah accreditation is only limited to five-year activities prepared by several months before the visitation. Moreover, the results of accreditation must be used as a reference and motivation to always improve the quality of education in schools / madrasah.
Revitalizing the Family Education Model in the Qur'an: A Contemporary Study in the Era of Crisis Social and Moral Nasrun Harahap; Indra Indra
Journal of Islamic Education El Madani Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jiee.v5i2.276

Abstract

This research aims to revitalize the family education model in the Qur'an through an analysis of QS. Āli 'Imrān (33–37) and QS. Luqmān (12–19), and examines its relevance in dealing with social and moral crises in the contemporary era. The research uses a qualitative approach with the type of library research. Primary data comes from the Qur'an, while secondary data is obtained from classical and contemporary tafsir books, Islamic educational literature, and the results of relevant scientific research. The data was analyzed using thematic content analysis  techniques through the process of data reduction, thematic categorization, interpretation, and conceptual synthesis. The results of the study show that QS. Āli 'Imrān emphasizes the six main components of family education, namely parental spirituality, educational planning from the prenatal period, prayer as an educational instrument, a godly educational environment, example, and the formation of superior generations. Meanwhile, QS. Luqmān contains seven main components, namely monotheistic education, gratitude, birr al-wālidayn, moral awareness (muraqabah), habituation of worship, moral education, and dialogical communication. The synthesis of the two surahs produces the Qur'anic Family Education Model, which is a holistic, integrative, and character-building family education model. This study concludes that the family education model in the Qur'an has strong relevance as an educational paradigm to strengthen the moral, spiritual, and social resilience of the family in the midst of the challenges of globalization and digital disruption. The implication of this study is the availability of a conceptual framework for the development of adaptive Islamic family education policies, curricula, and practices without abandoning the fundamental values of the Qur'an.