Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa, pondok pesantren selalunya dikaitkan dan bahkan diidentikan dengan berbagai bentuk pemikiran ekstrim dan tindakan radikal atas nama agama. Sehingga banyak kalangan ditengah-tengah masyarakat yang memiliki prasangka sosial terhadap keberadaan pondok pesantren. Sungguhpun demikian penelitian ini bertuujuan melihat hubungan antara prasangka sosial dan prilaku memberontak dikalangan santri Pondok Pesantren Modern Gontor Darussalam (PMDG) di Jawa Timur. Tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Teori prasangka soosial. (2) Teoripemberontakan (khususnya dalam konteks remaja) mengingat para santriumumnya tergolong dalam kategori remaja. Populasi penelitian ini sebanyak 2067 orang santri. Sungguh demikian sampel dalam penelitian ini sebanyak 335 orang. Adapun formula yang digunakan untuk mengukur besaran ukuran sampel adalah : n = N/1+e2. Penarikan sampel dilakukan menggunakan simple strati-fied random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan skala psikologi dan kuesioner serta studi dokumentasi. Semenatara teknik analisa data dengan menggunakan pearson correlation (product momment) untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil penelitian ini mendapati tidak adanya hubungan yang signifikan antara prasangka sosial dan prilaku memberontak dikalnaganpara santri di ponpes PMDG. Hal ini dibuktikan melalui perolehan nilai r hitung = 0.328. dan t = 1,64 serta p (value)= 0.90 > 0.05.