Trianita Lydianna
Departemen Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kebiasaan Buruk Oral terhadap Malrelasi Gigi pada Anak Panti Asuhan Usia 7-13 Tahun Trianita Lydianna; Desi Utari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.12796

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan gigi anak turut dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak. Kebiasaan buruk oral merupakan suatu kebiasaan yang ditandai dengan durasi sedikitnya enam jam sehari dan dapat menyebabkan malrelasi gigi apabila frekuensi dan intensitasnya cukup tinggi. Anak yang tidak memiliki orangtua atau keluarga, atau tinggal di panti asuhan biasanya kurang mendapatkan kasih sayang yang cukup. Munculnya kebiasaan buruk oral merupakan salah satu cara mereka untuk mendapatkan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebiasaan buruk oral terhadap malrelasi gigi pada anak usia 7-13 tahun yang tinggal di Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 26 anak dilakukan pemeriksaan untuk melihat relasi giginya, kemudian dilakukan wawancara mendalam, dan pencetakan rahang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Prevalensi mengisap ibu jari sebesar 30.7%; menggigit jari sebesar 11.5%; menggigit kuku, bibir, prolonged bottle-feeding, dan bruxism sebesar 7.7%; dan bernapas lewat mulut 3.8%. Prevalensi protrusi sebesar 23.1%; open bite sebesar 15.4%; deep bite sebesar 11.5%; dan cross bite sebesar 7.7%. Signifikansi nilai uji chi-square sebesar 0.008 (p0.05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh kebiasaan buruk oral terhadap malrelasi gigi pada anak panti asuhan usia 7-13 tahun.
Perbedaan dan Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Status Karies Gigi Anak Usia Pendidikan Sekolah Dasar Revada, Fara Amrina; Lydianna, Trianita
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.769 KB)

Abstract

kesehatan gigi dan mulut menandakan kualitas hidup seseorang, terutama pada anak. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami anak usia sekolah adalah karies. Karies adalah penyakit yang menyerang bagian permukaan gigi dan meluas ke bagian yang lebih dalam. Indeks ICDAS (International Caries Detection Assessment System) digunakan untuk menilai perkembangan karies mulai dari lesi awal pada email sampai ke dentin. Tujuan: Mengetahui perbedaan dan pengaruh peran orang tua terhadap status karies gigi anak usia pendidikan sekolah di Panti Asuhan Nurul Haq dan SDN Gedongkuning. Metode: Jenis dari penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah subyek sebanyak 49 anak. Pengambilan subyek penelitian dilakukan dengan teknik total sampling pada anak di Panti Asuhan Nurul Haq dan stratified random sampling pada siswa SDN Gedongkuning. Penelitian dimulai dengan pengisian kuesioner kepada orang tua dan dilanjutkan pemeriksaan klinis pada anak. Pengukuran level keparahan karies gigi menggunakan indeks ICDAS. Analisis data menggunakan uji independent sampe t test dengan nilai (p<.05) dilanjutkan dengan uji regresi linier sederhana (p><.05). Hasil: Independent sample t test menunjukkan nilai 0.000 yang berarti terdapat perbedaan peran orang tua dan status karies gigi anak usia pendidikan sekolah dasar di Panti Asuhan Nurul Haq dan SDN Gedongkuning, dan uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai 0,627 dan 0,327 yang berarti tidak terdapat pengaruh peran orang tua dan status karies gigi anak usia pendidikan sekolah dasar di Panti Asuhan Nurul Haq dan SDN Gedongkuning. Kata Kunci: Indeks ICDAS, Karies, Kesehatan gigi dan mulut.><05) dilanjutkan dengan uji regresi linier sederhana (p<05). Hasil: Insependent sample t test menujukkan nilai 0.000 yang berarti terdapat perbeaan peran orang tua dan status karies gigi anak usia pendidikan sekolah dasar di Panti Asuhan Nurul Haq dan SDN Gedongkuning, dan uji regresi menunjukkan nilai 0,627 dan 0,327 yang berarti tidak terdapat pengaruh peran orang tua dan status karies gigi anak usia pendidikan sekolah dasar di Panti Asuhan Nurul Haq dan SDN Gedongkuning.