Arlina Dewi
Program Studi Pendiidkan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Aspek-aspek Perawatan Kaki Diabetes dengan Kejadian Ulkus Kaki Diabetes pada Pasien Diabetes Mellitus Arlina Dewi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1.1691

Abstract

Diabetic foot is one of chronic complications of Diabetes Mellitus. Bad management and care for diabetic foot will lead to become Diabetic Ulcers. Mortality and amputation remain frightening to Diabetic patients. One of the Diabetic foot management in order not to develop further serious problem is Diabetic Foot Care. This study aimed to identifying aspects of Diabetic foot care due to Diabetic foot ulcers in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. It was a cross sectional study. The research sample were patients with Diabetes Mellitus in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta who met the inclusion criteria and with the number of 21 people for each case and control group using purposive sampling technique. The check list used comprised 6 aspects of Diabetic Foot Care. The data required was then made nominal and analyzed using Chi Square statistical test with degree of significance 95%. The findings showed that there were significant correlations between Diabetic Foot Care aspects with Diabetic Foot Ulcers, except for aspect of routine foot control. The probability value between 0,002 to 0,030 was gained from related 5 aspects. However there was one aspect that did not show significant value of p 0,050. It was concluded that there was significant correlations between 5 aspects of Diabetic Foot Care with the occurrence of Diabetic Foot Ulcers.Kaki Diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes. Kaki diabetes yang tidak dikelola dan dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka dan cepat berkembang menjadi Ulkus Diabetes. Angka kematian dan laju amputasi masih menjadi momok yang menakutkan bagi para diabetesi. Salah satu upaya pengelolaan kaki diabetes agar tidak menjadi problem yang serius dikemudian hari adalah perawatan kaki diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek- aspek perawatan kaki diabetes yang berhubungan dengan kejadian Ulkus Kaki Diabetes di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.  Jenis penelitian ini adalah penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien DM di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan berjumlah 21 orang untuk masing-masing kelompok kasus dan control dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Check List yang digunakan berisi seputar aspek-aspek perawatan kaki diabetes yang meliputi 6 aspek. Data yang didapatkan kemudian dinominalkan dan diolah dengan uji statistik Chi Square, menggunakan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara aspek-aspek perawatan kaki diabetes dengan kejadian Ulkus Kaki Diabetes, kecuali untuk aspek kontrol kaki berkala. Dari 5 aspek yang dihubungkan mendapatkan nilai probabilitas antara 0,002 sampai 0,030. Sedangkan 1 aspek lainnya tidak menunjukkan taraf signifikansi karena p 0,05. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara 5 aspek perawatan kaki diabetes dengan kejadian Ulkus Kaki Diabetes.
Pengaruh APGAR Keluarga terhadap Kecerdasan Emosi Remaja Arlina Dewi; Warih Andan Puspitosari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1571

Abstract

Emotional intelligence (EQ) contributed 80% in determining one ’s success. EQ was developed in 3 containers, namely: family, school and society, and experts agree that keluargalah have great influence on the development anak.Untuk, it is necessary to find whether the relationship between healthy functioning in the family (Apgar family) with adolescent emotional intelligence in family. This study aims to determine whether or not there any healthy relationship between family junction with emotional intelligence in adolescents in the family. Observational study conducted by the research design of cross-sectional survey. Samples were selected by simple random sampling from the population at SMU Negeri 1 Bantul Poor. Research instruments for assessing emotional intelligence using the instrument Baron Emotional Quotient Inventory Version andfamily function assessment using the Family Apgar instrument of Gabriel Smilkstein, which has been translated. Data analysis to determine relations between the two variables above using Pearson test. Statistical analysis showed that the Apgar Family related/correlated (r = 0.460) was significant (p 0.05) with adolescent emotional intelligence in the family. Concluded that there is a significant relationship between Apgar Families with teenagers Emotional Intelligence.Kecerdasan emosi (EQ) menyumbang 80% dalam menentukan keberhasilan seseorang. Kecerdasan emosi dikembangkan dalam 3 wadah, yaitu : keluarga, sekolah dan masyarakat, dan para ahli sepakat bahwa keluargalah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.Untuk itu, perlu dicari hubungan antara sehat tidaknya fungsi di dalam keluarga (APGAR keluarga) dengan kecerdasan emosi remaja di dalam keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara sehat tidaknya fungsi keluarga dengan kecerdasan emosi pada remaja di keluarga tersebut. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian dipilih secara simple random sampling dari populasi di SMU Negeri 1 Kasihan Bantul. Instrumen penelitian untuk menilai kecerdasan emosi menggunakan BarOn Emotional Quotient Inventory Version dan penilaian fungsi keluarga menggunakan instrumen Family APGAR dari Gabriel Smilkstein, yang telah dialihbahasakan. Analisis data untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel di atas menggunakan uji Pearson. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa APGAR Keluarga mempunyai hubungan/ korelasi (r=0,460) yang bermakna (p0,05) dengan kecerdasan emosi remaja di keluarga tersebut. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara APGAR Keluarga dengan Kecerdasan Emosi remaja.