- Suryanto
Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Angka Trombosit pada Pasien DHF Setelah Pemberian Transfusi PRP (Platelet Rich Plasma) dengan TC (Thrombocyte Concentrate) Triandari Sumantri; - Suryanto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.988

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Trombositopeni merupakan salah satu kriteria yang dikemukakan WHO sebagai diagnosis klinis DHF. Salah satu bentuk penanganan DBD adalah dengan cara pemberian transfusi trombosit. Sediaan transfusi trombosit ada dua macam yaitu PRP (Platelet Rich plasma) dan TC (Thrombocyte Concentrate) . Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka trombosit pada pasien DHF setelah pemberian transfusi Platelet Rich Plasma (PRP) dengan Thrombocyte Concentrate (TC) di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari bagian Rekam Medik RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2009 – 31 Mei 2010. Data yaitu angka trombosit pada pasien DHF sebelum dan sesudah diberikan transfusi PRP ataupun TC. Didapatkan 97 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari penelitian ini. Dari penelitian ini didapatkan hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test didapatkan nilai p = 0,739. Nilai p 0 ,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan angka trombosit antara pemberian transfusi PRP dengan TC pada pasien DHF.
Perbedaan Kadar Hb Pra dan Post Hemodialisa pada Penderita Gagal Ginjal Kronis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Imroatul Ulya; - Suryanto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (s) (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1 (s).1681

Abstract

Chronic Renal Failure is progressive and late development of renal failure which renal lost the function to maintain volume and competitions body fluid with GFR levels 10%-25% from normal number. Hemodialysis used as therapy to substitute the decrease of renal function. Anemia almost founded in Chronic Renal Failure patients (80%-95%). Objectives of this research is to find out the differences between hemoglobin level in pre and post hem dialysis of chronic renal failure patients at PKU Muhammadiyah hospital in Yogyakarta. This study is a descriptive retrospective with cross sectional approach research aiming at finding out the differences ofHb levels pre and post hemodialysis. Kind of data that we use in this research is secondary data that we get from medical record from Medical Record Unit in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. The data was taken from medical record about Hb levels in Chronic Renal Failure in pre and post hemodialysis. The obtained data were then statistic analyzed by t-test pairs. The numbers of sample which include in inclusion and exclusion criteria is 40 patients. The result from t-test pairs was get p value =0,001. p value which less than a= 0,05 show that there are differences Hb levels between pre and post hemodialysis in Chronic Renal Failure. From this research also shows that the highest frequency for hemodialysis patient is male (75%) and based on the age is range on 15-55 years old (65%).Gagal ginjal kronik adalah merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat, dimana ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dengan nilai GFR 10%-25% dari nilai normal. Hemodialisis (HD) digunakan sebagai terapi pengganti untuk menggantikan fungsi ginjal yang memburuk. Anemia hampir selalu ditemukan pada penderita Gagal Ginjal Kronis (80-95%). Dilaporkan dari 86 penderita yang menjalani HD rutin di RS Hasan Sadikin Bandung 100% menderita anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pra dan post hemodialisa pada penderita Gagal Ginjal Kronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2005 - 31 Desember 2005. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan “cross sectional” untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pra dan post hemodialisa pada penderita Gagal Ginjal Kronik. Data diperoleh dari bagian Rekam medik RSU PKU Muhammadiayah Yogyakarta. Data diambil dan dicatat dari formulir rekam medis mengenai kadar Hb pada pasien Gagal Ginjal Kronis sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisis. Data diuji statistik dengan t-test berpasangan. Sampel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini berjumlah 40 pasien. Hasil uji statistik dengan t-test berpasangan didapatkan nilai p=0,001 (p 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar Hb pra dan post hemodialisa pada pasien Gagal Ginjal Kronis, juga ditunjukkan bahwa frekuensi tertinggi pasien Gagal Ginjal Kronis adalah laki- laki (75%) dan frekuensi terbesar berdasarkan umur adalah 15-55 th atau sebesar 65%.