Titih Huriah
Master of Nursing Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dengan Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Titih Huriah; - Sofari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1714

Abstract

Based on preliminary survey in Public Health Center Jatilawang espe¬cially from data laboratory examination with women pregnant who examined the Hemoglobin, we know that value of Hb on pregnant women more 50 % less llg/dl. And from the survey, we also found still low of knowledge, attitude and behavior about prevention of anemia deficiency iron. The purpose of this reseach is up to know the correlation of knowledge, attitude and behavior with anemia deficiency iron. This is a survey with cross sectional study, and will be explained by de-scription analyze. Location of this research is Public Health Center of Jatilawang area, Banyumas district of Central Java. The population are 130 pregnant women age trimester II and III. The sample is 30 pregnant women has been taken. The instruments consist quistionares and Hb Sahli for exami¬nation. Analyze of result use univariate and multivariate with multiple regres¬sion. The result of this research were knowledge and attitude ofpregnant women about prevention of anemia deficiency iron are good, but the behaviour still low, and anemia deficiency iron is high enough 66,6 % on Public Health Center of Jatilawang. The conclusion of this research showed that there were a significant corre¬lation (p0,05) between behaviour with anemia deficiency iron.Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jatilawang khususnya pada data oemeriksaan laboratorium dengan ibu hamil yang diperiksa Kadar Hbnya, diketahui rahwa Kadar Hb pada ibu hamil lebih dari 50 % adalah kurang dari 11 g/dl. Hasil zcrvey didapatkan masih rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah pengetahuan, sikap can perilaku tentang pencegahan anemia berhubungan dengan angka kejadian ane¬mia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan penelitian cross zectional, dan analisa data menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Populasi penelitian ini adalah 130 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester II dan III. Jumlah sampel yang diambil 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria tertentu. Alat yang i:gunakan adalah kuisioner serta Hb sahli. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariatdan multivariate. Uji statistik meliputi multiple regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di Puskesmas Jatilawang baik, namun dalam perilakunya masih kurang baik dan angka kejadian anemia masih tinggi yaitu 66,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan (p0,05) antara perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia dengan kejadian anemia.
Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta titih huriah; Lisnawati Nur Farida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1574

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Efektifitas Model Community As Partner dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Komunitas pada Kelompok Balita dengan Gizi Buruk di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok titih huriah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1673

Abstract

The prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in Indonesia has been increasing. This also happens in Depok City, particularly in Pancoran Mas Village, wherein the prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in 2005 reached 1.67% or there were 88 under-five children with poor nutritional status among 5249 under- five children. This study aimed to evaluating the effectiveness of the application of community nursing concept and theory in order to improve health services through community nursing care particularly in under-five children group with poor nutritional status in Pancoran Mas Village, Depok. This was a quasi experiment research using a non-randomized pretest-posttest control group design. Data collection was done using observation, interview, focus group discussion (FGD) dan questionaire. Research instruments used included food journal of under-five children within 24 hours, physical examination guideline, interview guideline, FGD guideline and questionaire. The questionaire was developed based on Community as a Partner Model. Research population was 44 mothers who had under-five children with poor nutritional status in Pancoran Mas Village. Research sample was 30 mothers who had under-five children with poor nutritional status who fulfilled the inlcusion criteria. Primary, seconadry dan tertiary interventions were done to the 30 mothers within 9 months. Evaluation after the implementation of serial community nursing interventions showed that there was an increase in knowledge about nutrition and poor nutrition from 46% to 92%, an increase in attitude from 60% to 96%, and an increase in family skill in meeting the nutrition requirement for under-five children with poor nutritional status from 30% to 85%. Furthermore, there was improvement of nutritional status i.e. from 27 under-five children with poor nutritional status, after interventions they improved to 1 child with poor nutritional status, 19 children with low nutritional status and 12 children with good nutritional status; whereas five children with low nutritional status improved to good nutritional status.Angka prevalensi kasus gizi buruk pada balita di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini juga terjadi di Kota Depok khususnya di Kelurahan Pancoran Mas, di mana angka prevalensi gizi buruk pada balita pada tahun 2005 mencapai 1,67% atau terdapat 88 balita gizi buruk dari 5249 balita. Tujuan penelitian ini adalah menilai keefektifan aplikasi teori dan konsep keperawatan komunitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas khususnya pada kelompok balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Penelitian ini adalah eksperimen semu atau quasi eksperimental menggunakan desain non- randomizedpretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, focus group discussion (FGD) dan kuesioner: Alat yang digunakan adalah catatan makanan balita selama 24 jam, pedoman pemeriksaan fisik, pedoman wawancara, pedoman FGD, dan kuesioner. Kuesioner disusun berdasarkan Community as a Partner Model. Populasi penelitian adalah 44 ibu yang memiliki balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Sampel penelitian adalah 30 ibu yang mempunyai balita dengan gizi buruk yang memenuhi kriteria inklusi. Pada 30 ibu tersebut dilakukan intervensi primer, sekunder dan tertier selama 9 bulan. Evaluasi setelah pelaksanaan rangkaian kegiatan keperawatan komunitas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang gizi dan gizi buruk dari 46% menjadi 92%, peningkatan sikap dari 60% menjadi 96% dan peningkatan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi pada balita gizi buruk dari 30% menjadi 85%. Selain itu, terjadi perbaikan status gizi yaitu dari 27 balita gizi buruk, setelah intervensi menjadi 1 balita gizi buruk, 19 gizi kurang dan 12 gizi baik. Sedangkan dari lima balita gizi kurang telah meningkat menjadi gizi baik.