Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Penguatan Pokja Wisata Tubing di Karangluas Sapuran Wonosobo Muhammad Heri Zulfiar; Ahmad Janan Febrianto; Arina Rahmi Morgana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1058

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pertanian memiliki potensi alam yang eksotik dan tempat religi yang didukung desa penyangga. Kawasan tersebut berfungsi sebagai kawasan lindung, pertanian dan merupakan destinasi wisata. Berbagai promosi wisata untuk menarik wisatawan tak hentinya dipromosikan baik di media social, internet maupun cetak. Hal ini merupakan upaya desa wisata untuk meningkatnya pengunjung wisata. Sejalan dengan program desa wsisata perlu diimbangi pengetahuan mengelola lingkungan serta penanganan sampah. Saat ini desa tersebut akan dihadapkan masalah sampah. Salah satu media mengungkapkan bahwa dalam seminggu kawasan dieng memproduksi sampah 5,2 ton perminggu atau setara dengan 500 sampai 700 kg perhari baik dari wisatawan maupun warga. Kondisi ini diperparah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Wonorejo kondisinya sudah overload dengan kemampuan menerima 130 ton perhari. Berkaitan dengan wisata tubing, KKN-PPM bekerjasama dengan Padukuhan Karangluas melakukan penguatan kelompok kerja (Pokja) wisata dan masyarakat. Adapun tujuannya untuk meningkatkan partisipasi mayarakat dalam tata kelola lingkungan agar dapat mendukung program desa wisata. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Assessment dan Survey, Sosialisasi, Focus Group Discuss. Dari pendekatan yang dilakukan, diperoleh gambaran (data dan informasi) masalah lembaga dan pengelolaan lingkungan (sungai dan sampah) antara lain; mengaktifkan kembali kearifan lokal dalam mengelola sungai seperti ‘resik sungai’, kebijakan hulu hilir sungai dalam menanggulangi sampah, kerjasama dengan kelembagaan lokal seperti Dasawima/PKK, RT/RW, Padukuhan dan Desa agar saling bersinergi serta diperlukannannya grand design perencanaan program. Diharapkan program pengabdian tersebut sebagai upaya dalam mewujudkan tata kelola lingkungan guna memperkuat kelembagaan wisata sesuai dengan kearifan lokal dalam upaya mewujudkan program desa wisata
Dinamika Pengelolaan Sodaqoh Sampah di Karangsari Sapuran, Wonosobo Muhammad Heri Zulfiar; Ahmad Janan Febrianto; Arina Rahmi Morgana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1059

Abstract

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tinggi berfungsi sebagai kawasan lindung, pertanian dan wisata religi. Potensi alam yang eksotik didukung dari desa penyangga sekitarnya merupakan destinasi wisata yang menarik. Berbagai ikon wisata untuk menarik wisatawan tak hentinya dipromosikan di media sosial, internet maupun cetak. Ditengarai, dengan bertambahnya desa wisata dan peningkatan pengunjung wisata dan minimnya pengetahuan masyarakat mengelola lingkungan dan sampah maka lambat laun desa tersebut akan dihadapkan masalah sampah. Salah satu media mengungkapkan bahwa dalam seminggu kawasan dieng memproduksi sampah 5,2 ton perminggu atau setara dengan 500 sampai 700 kg perhari baik dari wisatawan maupun warga. Ironinya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Wonorejo kondisinya sudah mengkhawatirkan karena overload dengan jumlah sampah 130 ton perhari. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, kelembagaan Sodaqoh Sampah sebagai Bank Sampah Desa Karangsari, KKN-PPM UMY bekerjasama dengan Padukuhan Karangsari yang menaungi 5 Dusun melakukan penguatan kelompok Sodaqoh Sampah dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar Padukuhan Karangsari dapat menjadi pintu ‘gerbang wisata’ menuju lokasi wisata di sekitar Desa Karangsari yang ramah lingkungan. Adapun tujuan dari KKN-PPM adalah Penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Assessment dan Survey, Sosialisasi, Focus Group Discuss. Dari pendekatan yang dilakukan, diperoleh gambaran tentang kelembagaan sodaqoh sampah dan masyarakat yang menggambarkan dinamika sampah dimasayarakat, antara lain; macetnya kelembagaan, minimnya sumberdaya manusia, kondisi lahan pengepul terbatas, transportasi sampah terbatas dan kesadaran masyarakat yang minim. Sebagai bentuk pengabdian kampus terhadap masalah di atas telah dilakukan peningkatan kapasitas kelembagaan, stimulan tong sampah, pemetaan titik sampah. Diharapkan program ini membantu menyelesaikan tatakelola sampah di masyarakat
Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Dukuh Pucunggrowong Dengan Menyelesaikan Masalah Stunting Anak Ardan Prayoga; Eva Idvi Nugrahani; Nadia Sofani; Miftahul Rizqiah; Wahyu Irgi Purnama; Fachrendra Alfian Noor; Muhammad Fachrieza; Muhammad Heri Zulfiar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.62.1221

Abstract

Kurang gizi dan stunting terkait erat, dengan stunting pada anak disebabkan oleh defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan. Dampaknya meliputi gangguan perkembangan fisik yang irreversible, menurunkan kemampuan kognitif dan motorik, serta berdampak negatif pada performa kerja di masa dewasa. Anak stunting memiliki IQ rata-rata sebelas poin lebih rendah dari anak normal. Gangguan tumbuh kembang ini, jika tidak diintervensi sejak dini, dapat berlanjut hingga dewasa. Prevalensi stunting di Indonesia peringkat kelima terbesar di dunia, dengan data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi nasional mencapai 37,2 persen, terdiri dari pendek sebesar 18,0 persen dan sangat pendek sebesar 19,2 persen. Masyarakat Padukuhan Pucunggrowong, dengan kesadaran akan pengolahan limbah organik, memudahkan sosialisasi stunting dan meningkatkan ekonomi. Melalui metode kualitatif seperti observasi, wawancara, dan sosialisasi, masyarakat setempat dapat berpotensi mencegah stunting. Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bahwa masyarakat di Padukuhan Pucunggrowong memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan pencegahan stunting karena profesi masyarakat setempat banyak yang berkaitan dengan buah dan sayur yang menyebabkan banyaknya penggunaan buah dan sayur dalam kehidupan sehari-hari mereka. Maka dari itu, diharapkan pencegahan stunting ini akan terus dibudidayakan oleh masyarakat setempat supaya dapat menurunkan jumlah angka stunting di Padukuhan Pucunggrowong.