Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA PESUCEN, BANYUWANGI Ikhya’ Ulumuddin; Yogi Yhuwono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.049 KB)

Abstract

Latar belakang: Usia lansia merupakan usia yang dianggap paling banyak menderita hipertensi yang disertai dengan obesitas. Berdasarkan data dari Puskesmas Kelir yang mencakup Desa Pesucen sebagai wilayah kerjanya, penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit terbesar pada tahun 2016. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pesucen, Banyuwangi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan 202 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi spearman dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Indeks massa tubuh dengan kategori obesitas memiliki proporsi tertinggi dengan persentase sebesar 37,6%. Pada pengukuran tekanan darah sistol dan diastol didapatkan hasil yang fluktuatif pada setiap kategori. Nilai hubungan antara indeks massa tubuh pada lansia di Desa Pesucen dengan tekanan darah sistol (p = 0,029 ; r = 0,154), (p < α = 0,05) dan tekanan darah diastol (p = 0,009 ; r = 0,183), (p < α =0,01).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah sistol maupun diastolik, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Lansia
Gambaran Kualitas Fisik Lingkungan pada Ruang Dosen Gedung B PSDKU Universitas Airlangga Yogi Yhuwono; Septa Indra P
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.638 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i1.57

Abstract

Kondisi fisik lingkungan ruang yang tidak baik dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan berupa Sick Building Syndrome. Ruang dosen berpotensi mengalami masalah kualitas fisik lingkungan yang berdampak pada penghuninya karena banyak terdapat perabotan, tumpukan buku, perkakas, serta tingginya aktivitas perkantoran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas fisik lingkungan dan menggambarkan karakteristik ruang dosen gedung B PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dianalisis secara deskriptif dengan pengumpulan data primer berupa pengamatan karakteristik ruangan, pengukuran temperatur, kelembaban, pencahayaan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembaban (50,6%), pencahayaan (130,12 lux), dan kebisingan (52,18 dBA) telah memenuhi persyaratan baku mutu, sedangkan parameter temperatur sebesar 30 0C melebihi dari persyaratan sesuai regulasi yaitu 18-28 0C. Disarankan melakukan perbaikan temperatur ruangan dengan pengendalian melalui penambahan ventilasi ruangan, baik alami maupun buatan.