Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Literacy Knowledge as an Intervening Variable Strengthens the Relationship between Perceived Ease and Usefulness and Intention to Use EMR at Koja Hospital Wenny Ichwaniah; M. Natsir Nugroho; Erry Yudhya Mulyani
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i2.1792

Abstract

Digital transformation in the health sector is an urgent need, especially with the increasing demands for efficiency, accuracy, and security in managing medical information. This study aims to analyze the effect of perceived ease and perceived usefulness on the intention to use Electronic Medical Records (EMR) with digital literacy knowledge as an intervening variable in outpatient nurses at Koja Regional Hospital. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The sample consisted of 104 nurses selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a questionnaire using a 4-point Likert scale, covering the variables of perceived ease, perceived usefulness, digital literacy knowledge, and intention to use EMR. Data analysis was carried out using Lisrel software. Most of the subjects were female 82.7%, an average age of 41-50 years 40.4%, NERS education 52.9%, and work experience> 10 years 61.5%. Perceived ease and perceived usefulness have a positive and significant effect on the intention to use EMR. Digital literacy knowledge acts as an intervening variable that strengthens the relationship between perceived ease and usefulness on the intention to use. Thus, hospitals need to create a supportive work environment, by providing ongoing training and encouraging a collaborative culture in using new technologies in an effort to improve RME usage skills.
Pengembangan Model Optimalisasi Waktu Tunggu Pasien RSKD Duren Sawit Berbasis Lean Hospital Management Maruli, Maruli Halomoan Panjaitan; M. Natsir Nugroho; Nofierni, Nofierni
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.16026

Abstract

Waktu tunggu pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuju rawat inap di RSKD Duren Sawit masih sering melebihi standar ≤6 jam, sehingga berdampak pada mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan efisiensi operasional rumah sakit. Permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh satu unit pelayanan, tetapi merupakan akumulasi pemborosan proses (waste) sepanjang alur pasien dari IGD hingga rawat inap dan discharge. Penelitian ini bertujuan menganalisis alur pelayanan pasien dari IGD menuju rawat inap serta mengembangkan model efektivitas penurunan waktu tunggu berbasis Lean Hospital Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi alur pelayanan lintas unit (IGD, admission, dan rawat inap), serta telaah dokumen operasional. Analisis dilakukan dengan memetakan value stream, mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (value added) dan tidak bernilai tambah (non-value added), serta mengkaji bottleneck dan bentuk pemborosan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu terbentuk secara kumulatif akibat variasi durasi registrasi dan triase, keterlambatan hasil laboratorium dan radiologi sebagai diagnostic bottleneck, variasi waktu respons DPJP, ketidaksinkronan informasi ketersediaan tempat tidur, serta proses discharge yang belum terintegrasi. Kondisi kapasitas rawat inap yang tinggi dengan rotasi tempat tidur yang lambat memperburuk boarding time pasien di IGD. Implikasi penelitian ini memperkaya penerapan Lean Healthcare pada pengelolaan patient flow dan memberikan dasar praktis bagi manajemen rumah sakit dalam mengendalikan waktu tunggu IGD secara sistemik.