Agi Saputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA PADA TRIMESTER TIGA DI BPS NY. MURWATI TONY AMD. KEB KOTA SEMARANG Agi Saputra; M.Fatkhul Mubin; Sayono -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.015 KB)

Abstract

Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasan yang tidak nyaman dan ingin segera melahirkan terutama pada trimester ke tiga. Pada masa ini, suami dukungan suami memberi rasa aman pada istri. Dukungan suami selama ibu hamil akan membuatnya merasa nyaman dan terjaga emosinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan suAmdi terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida pada trimester tiga di BPS Ny. Murwati Tony Amd.Keb, Kota Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan deksriptif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester 3 di BPS Ny. Murwati Tony Am.Keb, Kota Semarang berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rata-rata skor dukungan suami adalah 13,13 dan rata-rata skor kecemasan ibu primigravida adalah 10,93. Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester tiga di BPS Ny. Murwati Tony Am.Keb dengan nilai p = 0,014. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan kepada suami untuk ikut mendampingi istri saat pemeriksaan sehingga suami juga ikut mendengarkan penjelasan dari bidan tentang kondisi ibu dan janin yang sebenarnya serta suami agar menjaga istri selama proses kehamilan.Kata Kunci : Dukungan suami, Tingkat kecemasan
Strategi Branding Pendidikan Agama Islam dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045: Transformasi Kurikulum, Digitalisasi, dan Penguatan Karakter Generasi Emas Fahmi Idris; Agi Saputra
YASIN Vol 5 No 6 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.8204

Abstract

Although efforts to strengthen Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) within the framework of national development have been widely discussed, studies that specifically address the gap between the actual condition of PAI and the competency demands of the Indonesia Emas 2045 generation remain limited. This study aims to comprehensively analyze the opportunities and challenges of PAI and to formulate an integrative PAI branding strategy through curriculum transformation, learning digitalization, and the strengthening of character and religious moderation. A qualitative approach was employed using a literature study design based on thematic synthesis, involving 30 scientific and policy documents selected through purposive sampling. Data were collected using document analysis sheets and examined through content analysis, comprising stages of reduction, categorization, interpretation, and source triangulation. The findings indicate that PAI has three main opportunities—character strengthening, learning digitalization, and religious moderation—that are aligned with the vision of Indonesia Emas 2045. However, several significant challenges were identified, including misalignment between the curriculum and twenty-first-century competencies, low levels of teachers’ digital literacy, disparities in educational quality across regions, and a weak public image regarding the effectiveness of PAI. Further analysis identifies six dominant branding strategies, namely curriculum revitalization, enhancement of teacher professionalism, character strengthening, optimization of digital technology, development of life skills, and mainstreaming of religious moderation. This study underscores the importance of repositioning PAI as a strategic pillar of national development and urges policymakers to design systemic, adaptive, and evidence-based branding strategies. Its implications include theoretical contributions to the development of Islamic education branding concepts and practical guidance for schools, teachers, and government in improving the quality of PAI in support of Indonesia Emas 2045.