Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dikarenakan kualitas persaingan pelajar danjumlah universitas yang ada. Setiap tahunnya banyak event olahraga yang digelar dan ditujukanuntuk pelajar itu sendiri. Kompetisi basket saja setiap tahunnya rutin diadakan di DIY. SimpatiLoop 3x3 Competition, LA streetball, hingga kompetisi paling bergengsi untuk siswa SMA HondaDBL. Hal ini membuktikan kota Yogyakarta sebagai salah satu Kota dengan Event basket yangsangat banyak melebihi event sepak bola atau bulutangkis itu sendiri. Kompetisi ini pundisambut baik oleh warga jogja. Ketua Umum PP Perbasi Anggito Abimanyu mengatakan,mendukung kompetisi basket antar pelajar ini. Dia menilai kompetisi ini merupakan ajang untukmembangun jiwa-jiwa penuh sportivitas dan persaudaraan.Namun perkembangan basket dan antusias atlet dari kota Jogja ini tidak disertai dengandukungan infrastruktur yang ada. Setiap kompetisi yang digelar rutin ini diselenggarakan digedung olah raga salah satu universitas negri atau swasta di Jogja. Dengan standar yangsebenarnya masih belum terpenuhi. GOR kridosono yang menjadi sport center jogja selama inipun memiliki standar lapangan basket dan tribun yang sangat jauh dari kata cukup untukmemenuhi kebutuhan.Untuk mendukung pemerintah dan mengakomodasi atlet muda hingga profesional dalamkompetisi lokal hingga internasional dalam olahraga basket maka perlu dibangun sebuah gedungolahraga basket dengan standar internasional dengan kapasitas tribun yang mencukupi.Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dikarenakan kualitas persaingan pelajar danjumlah universitas yang ada. Setiap tahunnya banyak event olahraga yang digelar dan ditujukanuntuk pelajar itu sendiri. Kompetisi basket saja setiap tahunnya rutin diadakan di DIY. SimpatiLoop 3x3 Competition, LA streetball, hingga kompetisi paling bergengsi untuk siswa SMA HondaDBL. Hal ini membuktikan kota Yogyakarta sebagai salah satu Kota dengan Event basket yangsangat banyak melebihi event sepak bola atau bulutangkis itu sendiri. Kompetisi ini pundisambut baik oleh warga jogja. Ketua Umum PP Perbasi Anggito Abimanyu mengatakan,mendukung kompetisi basket antar pelajar ini. Dia menilai kompetisi ini merupakan ajang untukmembangun jiwa-jiwa penuh sportivitas dan persaudaraan.Namun perkembangan basket dan antusias atlet dari kota Jogja ini tidak disertai dengandukungan infrastruktur yang ada. Setiap kompetisi yang digelar rutin ini diselenggarakan digedung olah raga salah satu universitas negri atau swasta di Jogja. Dengan standar yangsebenarnya masih belum terpenuhi. GOR kridosono yang menjadi sport center jogja selama inipun memiliki standar lapangan basket dan tribun yang sangat jauh dari kata cukup untukmemenuhi kebutuhan.Untuk mendukung pemerintah dan mengakomodasi atlet muda hingga profesional dalamkompetisi lokal hingga internasional dalam olahraga basket maka perlu dibangun sebuah gedungolahraga basket dengan standar internasional dengan kapasitas tribun yang mencukupi.