Rita Susanti
Jurusan Bahasa Dan Sastra Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Nasional, Jl. Sawo Manila, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tindak Tutur Memuji Bahasa Jepang di Kalangan Wanita Jepang Rita Susanti; Maduma Siregar
Lingua Cultura Vol. 4 No. 1 (2010): Lingua Cultura Vol. 4 No. 1
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v4i1.354

Abstract

The aim of this research is to discover the type, form, and function of Japanese woman in using compliments. Data is taken from the manga Cardcaptor Sakura volume 3 to 5, written by CLAMP manga writer group. Analysis found several types of compliment found in and the form of compliment used are adjectives. The reason Japanese woman give compliment to others is to express an admiration of something positive that belongs to the listener.  
Analisis Bagan Aktansial Cerita Anak Jepang Urashima Taro Rita Susanti
Lingua Cultura Vol. 5 No. 1 (2011): Lingua Cultura Vol. 5 No. 1
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v5i1.369

Abstract

Thisi research is a kind of a research focusing on linguistic which uses semiotic in order to find out what lies behind the content of a children’s story. The subject of this research is an ancient story of a Japanese children called mukashi banashi. It comes with the title of Urashima Taro which has been translated into Indonesia Language. Through semiotic analysis, the story may be conducted in a syntaxical and semantical way. According to syntax analysis, there are two episodes in the story. In this first episode Urashima Taro becomes the subject of the research while in the latte, the turtle is the subject. We may learn that the story plott and the flow of the story have gone through a flashback process. In the structure or “batih”, it is known that the story has a complex relationship due to its expansion plot. Based on the semantic analysis, it is also know that the main/lead character of the story is Urashima Taro and the other characters are Urashima Taro’s mother and the queen. The morale message of the whole story is dedicated to all children reading it.
Kata Sapaan Dan Variasinya Dalam Tiga Cerita Anak Jepang Rita Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 2 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v4i2.6523

Abstract

Penelitian ini, mengkaji tentang kata sapaan yang digunakan oleh masyarakat Jepang, khususnya kata sapaan yang muncul dalam cerita anak Jepang. Kata sapaan digunakan untuk menghormati lawan tutur dan menjaga face peserta tutur. Dalam praktiknya, kata sapaan tidak saja digunakan kepada manusia, tetapi juga ketika memanggil binatang peliharaan. Untuk melihat bagaimana penggunaan kata sapaan tersebut, dipilihlah 3 cerita anak dalam bentuk anime, yakni Urashima Taro, Issun Boushi, dan Neko to Juunishi. Dengan metode kualitatif maka pada hasil análisis ditemukan 7 jenis kata sapaan, yakni ~san, ~kun, ~sama dengan 3 variasi, ohimesama, minasama dan kamisama. Kata sapaan ~kun ternyata digunakan antara sesama binatang, karena pesan moral yang ingin disampaikan melalui cerita dan ~kun digunakan karena kedekatan pertemanan antarbinatang. Kata sapaan ~tono digunakan oleh raja ketika memanggil tamunya dan saat ini sudah tidak digunakan dalam kehidupan masyarakat Jepang. Situasi dan hubungan antara peserta tutur menjadi faktor yang berpengaruh dalam penggunaan kata sapaan tersebut.   
Kanzenchouaku yang Tercermin dalam Mukashi Banashi Wisnu Wardani; Rita Susanti
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v8i2.1993

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang kanzenchoaku dalam Mukashi Banashi ‘kumpulan cerita’ yang digambarkan pada cerita Oyayubihime, Yuuzuru, dan Shitakirisuzume. Kanzenchouaku dianggap sebagai ideologi yang mengandung nilai moral yang sering kali diangkat menjadi sebuah tema pada cerita anak Jepang. Nilai moral yang diangkat berkaitan dengan suatu perilaku kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan perilaku yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pada individu tersebut. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan gambaran kanzenchoaku melalui pelaku cerita pada cerita Oyayubihime, Yuuzuru, dan Shitakirisuzume dalam  Mukashi Banashi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dan teori struktural dari Nurgiyantoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku cerita yang telah melakukan kebaikan menolong seekor binatang, mendapatkan balasan kebaikan dari binatang yang pernah ditolongnya. Sebaliknya, pelaku cerita yang telah melakukan perilaku tidak baik, sepert ingkar janji, berbuat kejam, sewenang-wenang, menerima balasan yang tidak baik atas perbuatannya tersebut. Kata kunci: cerita anak, kanzenchouaku, mukashi banashi  ABSTRACT This study discusses kanzenchoaku which are described in the Oyayubihime, Yuuzuru, and Shitakirisuzume in Mukashi Banashi's 'collection of stories’. Kanzenchouaku is considered as ideology that contains moral values which usually appear as a theme in Japanese children's stories. It often relates to good behavior will be rewarded with kindness, and bad behavior will bring bad things to the individual who conduct the action. This study aims to describe the depiction of kanzenchoaku through the characters in the Oyayubihime, Yuuzuru, and Shitakirisuzume in Mukashi Banashi stories. The research method used is descriptive analysis method and Nurgiyantoro’s structural theory. The results of the study show that the characters of the story who have done good to help an animal, get  kindness in return from the animal they have helped. On the other hand, those  who have committed bad behavior, such as breaking promises, being cruel, or being arbitrary, will have punishment for their actions. Keywords: children's story, kanzenchouaku, mukashi banashi