Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program pemugaran fasad yang dilakukan pada permukiman eks buruh tambang batubara di Kawasan Kota Lama Sawahlunto (2007 – 2012). Dalam kajian ini akan dibahas bagaimana program dilakukan, perubahan dan dampak yang dihasilkan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan evaluasi–studi kasus (kualitatif) dilakukan untuk menggambarkan tahapan program pemugaran fasad serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, kemudian dilakukan penilaian terhadap kriteria relevansi, efektifitas, efisiensi, keberlanjutan dan partisipasi masyarakat. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui observasi, angket dan wawancara, serta data skunder lainnya. Analisa data dilakukan dengan triangulasi, baik menurut sumber atau metoda pengumpulan data. Berdasarkan evaluasi ditemukan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kondisi yang direncanakan dengan kebutuhan warga penerima subsidi, yang disebabkan oleh perubahan fungsi bangunan. Selain itu juga ditemukan kelemahan dalam manajemen kegiatan (perencanaan, sosialisasi, pengawasan). Akibatnya terjadilah penyimpangan partisipasi dalam pelaksanaan pemugaran. Sehingga pada akhirnya hasil (output-outcome) yang diharapkan belum tercapai sepenuhnya. Ketidaksesuaian (mismatch) antara rencana dan kebutuhan, terjadi karena rendahnya peran masyarakat dalam perumusan kebijakan dan perencanaan. Melalui pemberian subsidi dan pemberdayaan masyarakat memang diperoleh efisiensi yang tinggi, namun menjadi tidak efektif selama masih ada resistensi akibat belum terakomodasinya kebutuhan sesungguhnya dari masyarakat.