Iit Purnama Asri
Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESISTENSI TOKOH AKU TERHADAP KOLONIALISME DI MUSIRAWAS DALAM NOVEL KEPUNAN KARYA BENNY ARNAS Iit Purnama Asri
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v21i1.7377

Abstract

This study aimed to reveal the forms of resistance to colonialism of  character "I" in Musirawas in Kepunan novel by Benny Arnas. The theory used in this study is postcolonial theory. Data analysis was carried out by identifying forms of resistance identified by "I" character in Kepunan novel. The researcher described information about the resistance of the forms of mimicry, hybridity, diaspora, and ambivalence through evidences in the form of quotations. I addition, the researcher interpreted the resistance done by "I" character to the Dutch colonial government in Musirawas in the field of education. The result indicated that "I" character had a critical attitude towards discrimination of the Dutch colonial government in the field of education. "I" character had a critical attitude, that was, her awareness of having the same rights as the Dutch colonial. "I" character was against the Dutch colonial government in terms of intellectuality that needed to be honored. Intellectuality helped "I" character to gain the independence from the Dutch colony.
TOKOH UTAMA TAK BERPENGHARAPAN DALAM CERITA RAKYAT INDONESIA Iit Purnama Asri
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.484 KB) | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak bagaimana tokoh utama yang tidak berpengharapan diceritakan dalam cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini berfokus pada dua cerita rakyat dengan tokoh utama pria yang tidak rupawan yaitu Bujang Katak dari Bangka Belitung dan Si Bungsu Katak dari Pulau Kei. Dua karakter laki-laki utama dalam cerita dijelaskan melalui teori aktansial A. J. Greimas. Fokus dari penelitian ini adalah kesamaan objek dalam bentuk pernikahan dengan putri raja dan penentang yang berbeda yaitu persyaratan dari raja. Temuan dari penelitian ini meliputi: 1) Objek dari dua cerita adalah sama yaitu pernikahan dengan putri raja, yang berarti sumber kebahagiaan bagi pria adalah pernikahan; 2) Penentang pada kedua cerita yaitu persyaratan dari raja yang menunjukkan bahwa raja dan putrinya yang menikahi Bujang Katak dan Si Bungsu Katak adalah materialistis. Hal itu dapat dilihat dari persyaratan yang diajukan oleh raja bersifat sangat material dan sang putri tidak menolak persyaratan tersebut.