This Author published in this journals
All Journal Suhuf
Aulanni’am Aulanni’am
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GENEALOGI KEILMUAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR DI INDONESIA Aulanni’am Aulanni’am
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengkajian terhadap Al-Qur’an di Indonesia bermula pada Abad ke-16 M, ditandai dengan munculnya karya tafsir dari Ulama Indonesia yang bernama Abd al-Ra’uf al-Sinkili, dengan tafsirnya berjudul Tarjuman al-Mustafid. Karya Abd al-Ra’uf al-Sinkili tersebut dikatakan oleh banyak peneliti cenderung mengadopsi pemikiran dari Tafsir Jalalayn, bahkan ada yang mengatakan bahwa Tarjuman al-Mustafid tersebut merupakan terjemahan Tafsir Jalalayn dalam Bahasa Melayu. Setelah masa tersebut kajian Al-Qur’an di Indonesia muncul kembali pada abad ke-19, dengan karya tafsir yang dihasilkan oleh Ulama asal Indonesia yang hidup di Tanah Makkah, dan karyanya juga diselesaikan di Tanah Makkah pula, yaitu Imam Nawawi al-Bantani, dengan karya tafsirnya yang berjudul Tafsir Munir. Kemudian kajian Al-Qur’an di Indonesia berkembang dengan baik pada abad ke-20 M, pada masa tersebut banyak sekali karya-karya tafsir tercipta, dan tentunya sudah beralih dari pemikiran klasik menuju pemikiran yang modernis. Pada abad ke-20 tersebut, penulisan karya tafsir terbagi menjadi beberapa model dan fokus kajian, ada yang fokus pada satu surat tertentu, satu juz tertentu, dan juga menafsirkan Al-Qur’an lengkap 30 Juz. Dan pada akhir-akhir dekade, muncul karya tafsir yang mengusung model tematik, membahas tafsir Al-Qur’an terhadap satu tema yang diangkat.
MUHKAM-MUTASYABIH DALAM KITAB TAFSIR AL-KABIR KARYA MUQATIL BIN SULAIMAN Aulanni’am Aulanni’am
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan Muhkam-Mutasyabih merupakan kajian yang tidak kalah pentingnya dengan kajian lainnya, dalam ranah pembahasan Ulum al-Qur’an dan Ulum al-Tafsir. Kajian tersebut memegang peranan penting dalam proses pemaknaan Al-Qur’an, atau lebih sering disebut dengan proses penafisran Al-Qur’an. Kajian tersebut erat kaitannya dengan penentuan hukum-hukum syari’at dalam agama Islam, maka dari itu, proses penentuan hukum syari’at akan terhambat apabila tidak dibekali dengan pengetahuan tentang Nasikh-Mansukh tersebut. Terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, juga memegang peranan penting dalam pemaknaan Al-Qur’an, karena dalam kajian ini membagi mana ayat-ayat yang dapat dipahami ataupun dimaknai dengan cara yang singkat, dalam artian tidak memerlukan penafsiran-penafsiran yang dalam dan cenderung sulit. Dan juga pembagian ayat-ayat yang mana manusia tidak bisa memahaminya dengan sempurna, maka dari itu, agar dapat mengambil pemaknaan secara maksimal dibutuhkan adanya sebuah pengkajian terhadap ayat-ayat mutsyabih. Dari penjelasan diatas, terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, salah satu mufassir ada yang memiliki keunikan yang cenderung berbeda dengan mufassir lainya, terkait pemikirannya tentang muhkam dan mutasyabih. Muqatil bin Sulaiman, penulis kitab tafsir Al-Kabir, mempunyai satu pandangan tersendiri, yang cenderung berbeda dengan pemikir lainnya. Dalam penelitian ini, pemikiran Muqatil bin Sulaiman terkait dengan Muhkam dan Mutasyabih akan dibahas, supaya menghadirkan satu pemahaman terkait dengan konsep tersebut dalam pandangan Muqatil bin Sulaiman.