Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA DALAM DISKURSUS PEMIKIRAN ISLAM Dari Wacana Menuju Islamologi Terapan Mibtadin Mibtadin
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem teologi Islam, sebagaimana dalam al-Qur'an memandang bahwa segenap perbuatan manusia, baik dalam urusan pribadi maupun urusan kolektif, merupakan titah Allah, yang didalamnya memuat berbagai nilai, norma, dan besaran tema-tema moral-etik lainnya. Berbagai konsep dan pesan moral-etik dalam teologi Islam yang ada, diarahkan pada nilai-nilai substansial tentang ajaran dan norma-norma hidup, yang mana nilai-nilai tersebut mengedepankan visi kemanusiaan yang universal. Etika terapan menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam masyarakat agar mereka mampu dan tahu bagaimana seharusnya bersikap, bertindak, dan mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan umat untuk kehidupan bersama. Bangunan teologi Islam dalam hal ini menempatkan etika sebagai media untuk mengarahkan manusia agar berakhlak baik, bertindak-tanduk baik, terpuji, dan ramah baik terhadap manusia, lingkungan alam, dan terhadap Tuhan sang pencipta.
Nalar Politik, Kekuasaan, Dan Etika Jawa Refleksi Konsep Hasta Brata Tatanan Kehidupan Masyarakat Jawa Kontemporer Mibtadin Mibtadin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.883 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i1.57794

Abstract

Javanese culture is a noble value order as a form of embodiment of all human actions in overcoming various problems related to life and life, both social, economic, cultural institutions, and even leadership styles. In Javanese political ethics, it is known as the concept of hasta brata which is the essence of the noble values of culture as a form of depicting the ideal leader. The hasta brata teaching is one of the teachings in wayang kulit, its contents are about the eight elements of the nature of bearinga, samirana, candra, solar, ocean, kartika, sky, and dahana, each of which has its own philosophical meaning, namely the teachings of character or ethics. Hasta brata is a political way that prioritizes ethics and social systems created by leaders to provide coolness and peace, eradicate crime, be wise, patient, friendly and gentle, see, understand and live up to all the needs of their people, provide welfare and assistance to people in need. , able to accommodate everything that comes to him, whether pleasant or not, and can provide a lamp for the people.