Shofi Syarifah
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Peran Fungsional dan Spasial Masjid Kampus UNS Andika Saputra; Shofi Syarifah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.429 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15549

Abstract

Industrialisasi yang mempengaruhi hampir seluruh dimensi kehidupan bangsa Indonesia merupakan sebab munculnya Generasi Muslim Tanpa Masjid, yakni generasi dari kalangan umat Islam yang tidak memiliki keterikatan psikologis, sosiologis, dan intelektual dengan masjid sebagai pusat komunitas umat Islam. Tidak terkecuali di Kota Surakarta, keberadaan Generasi Muslim Tanpa Masjid salah satunya dapat ditemui di lingkungan UNS. Penelitian ini bertujuan untuk menanggapi permasalahan Generasi Muslim Tanpa Masjid dengan mengungkap peran masjid kampus UNS melalui variabel tetap (1) kegiatan dan fungsi masjid; dan (2) organisasi ruang masjid, serta identitas jenis kelamin sebagai variabel bebas. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneltiian ini menerapkan metode induksi kualitatif yang bersifat interpretatif. Penelitian ini menemukan bahwa realisasi agenda integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid ke dalam jamaah umat Islam di lingkungan UNS dilakukan dengan (1) menyelenggarakan kegiatan ibadah ghairu maghdah meliputi fungsi pendidikan, kesehatan, seni, dan rekreasi; (2) optimalisasi peran ruang pendukung sebagai zona-antara masjid dengan konfigurasi ruang horizontal; dan (3) strategi aktor dengan sinergi seluruh unsur jamaah kampus UNS, strategi fungsional dengan mengorientasikan pelaksanaan kegiatan ibadah ghairu maghdah untuk menjalin ikatan psikologis, sosiologis, dan intelektual; dan strategi spasial dengan menekankan peran ruang pendukung masjid dikarenakan memiliki tingkat fleksibilitas ruang yang tinggi, sebagai landasan dilakukannya dua langkah integrasi meliputi pembiasaan berkegiatan di masjid dan pembiasaan menjadi bagian dari umat Islam.