Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pre-Positioning Pusat Distribusi Bantuan Bencana Banjir di Kota Surakarta, Indonesia dengan Menggunakan Metoda Fuzzy Electre Eko Setiawan; Anggit Kartiko Murti
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress)
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i3.39208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memilih lokasi pusat distribusi bantuan bencana banjir di Kota Surakarta, Indonesia. Untuk keperluan tersebut, penelitian ini menggunakan metoda fuzzy Electre. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan pelaksanaan wawancara kepada pihak yang berwenang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta. Dengan menggunakan metode fuzzy Electre dan dengan penyebaran kuesioner maupun wawancara tersebut, didapatkan 4 kriteria - yakni ”Lokasi aman dan dekat dengan lokasi banjir”; ”Lokasi cukup berada di ketinggian’; ”Lokasi berada di kelurahan yang tidak terdampak’;  dan ”Lokasi merupakan tempat terjadinya korban terbanyak” - dan 16 alternatif lokasi. Dari pengolahan data, Lapangan Joyotakan di Kelurahan Serengan terpilih sebagai alternatif lokasi terbaik untuk dijadikan pusat distribusi bantuan bencana banjir di Kota Surakarta. Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu BPBD Kota Surakarta di dalam menentukan lokasi pusat distribusi bantuan bencana banjir di Kota Surakarta untuk beberapa tahun mendatang.
Pendidikan dasar bencana bagi pemuda untuk meningkatkan kesadaran akan bencana Septin Puji Astuti; Eko Setiawan; Ika Feni Setyaningrum
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.4971

Abstract

[Bahasa]: Berdasarkan kondisi geografisnya Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana. Oleh karena itu manajemen bencana adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari dan dipahami oleh masyarakat. Manajemen bencana terdiri dari kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan masyarakat. Pemuda sebagai bagian dari masyarakat adalah sumber daya manusia yang sangat potensial di dalam manajemen bencana. Sayangnya, banyak pemuda yang belum memahami manajemen bencana maupun keterlibatan langsung dengan terjun sebagai relawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar manajemen bencana kepada pemuda sebagai upaya meningkatkan kesadaran yang dimiliki. Harapan dari kegiatan ini adalah pemuda dapat mengetahui jenis bencana, pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta memiliki keinginan untuk menyosialisasikan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran perlunya manajemen bencana kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahapan yakni perencanaan, pelaksanan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahawa peserta merasa antusias untuk terjun dalam kegiatan relawan bencana. Pasca pemberian pelatihan, sebanyak 75% pemuda yang awalnya tidak pernah mengikuti kegiatan relawan bencana berminat menjadi relawan bencana. Dari kegiatan ini, terdapat dua harapan yang paling banyak diminta oleh peserta. Pertama, kegiatan pendidikan dasar bencana dilakukan secara rutin yang dapat diikuti oleh pemuda dan masyarakat. Kedua, peserta berharap ada pelatihan teknis dalam merespon bencana. Kata Kunci: masyarakat sadar bencana, pemuda, pendidikan bencana, relawan bencana [English]: Indonesia is a disaster-prone country because of its geographical condition. Therefore, disaster management is essential for the community to learn and understand. Disaster management includes preparedness, mitigation, emergency response, and community recovery. As part of society, youth is a potential human resource in disaster management. Unfortunately, many young people do not understand disaster management or work directly as volunteers. This community service activity aims to provide youth with basic knowledge of disaster management to increase their awareness. This community service hopes that young people can know the types of disasters and the importance of disaster preparedness and want to socialize knowledge and raise awareness of the need for disaster management in the community. The method used in this program includes three stages, they are planning, implementation, and evaluation. The result of this community service shows that the participants felt enthusiastic about participating in disaster volunteer activities. After the training program, as many as 75% of the youth who initially had never participated in disaster volunteer activities were interested in becoming disaster volunteers. From this activity, two expectations were most requested by the participants. First, basic disaster education activities should be carried out periodically, which youth and the community can participate in. Second, the participants expect that there will be technical training in disaster response. Keywords: disaster society, young people, disaster education, disaster volunteer
Pengendalian Kualitas terhadap Critical Processes pada Hanger Line Proses Sewing di PT. XYZ Menggunakan Metoda FMEA dan FTA Eko Setiawan; Desy Evi Oktaviana
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v12i1.2198

Abstract

Observation to critical processes at the hanger line of sewing process in PT. XYZ .found that there were defect and repair products. This research aims to controlling the quality of the critical processes in such away that the defect and repair products be minimized. The Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is applied to prioritize the defect types. Root causes of the defects are obtained by applying the Fault Tree Analysis (FTA), leading to the improvement proposal. The research found that Inconsistent welt pocket (RPN value 100) and imbalanced collar (RPN value 84) as the causes with the two highest risks. Proposed improvements proposed for these causes are the leveling of the panel in the acrylic; the need to make sure that the acrylic used is in accordance with the style being produced; the need for supervision to monitor the performance of the operators; the need for counseling for the operators; the need to make sure that the back body and the front body equal and match the approved sample; the need to make sure that the collar size fits and matches the approved sample; and the provision of pattern styles as references for the operators.
Positioning household waste transfer points: A municipality government-organized waste perspective Eko Setiawan; Bekti Nugrahadi; Yesi Widiyastuti; Much Djunaidi; Suranto Suranto
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol. 2 No. 2 (2018): pp 65-107 (August 2018)
Publisher : Center for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/sustinere.jes.v2i2.41

Abstract

In response to growing importance of household waste management issue, this article deals with the positioning of household waste transfer points from a government-organized waste perspective. By taking Surakarta, a municipality in Central Java, Indonesia as an example, the problem in the municipality is formulated as an MILP, is approached with a capacity-weighted set covering method, and finally is solved by using software LINGO 11. The article concludes that the transfer point alternatives of Sondakan Kuburan, Norowangsan, SPSA, Pajang Rel, Bonoloyo and Kedung Tungkul should be selected in order to be able to serve all the household waste producers for the maximum household waste generated. On the contrary, the selection of Sondakan Kuburan, Bonoloyo and Kedung Tungkul only should be able to provide service to all of the household waste produced for the scenario of minimum amount of household waste.
Evaluasi Transportasi Publik di Surakarta melalui Fuzzy Quality Function Deployment Septin Puji Astuti; Taufik Ismail Alhakim; Eko Setiawan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1752

Abstract

ABSTRACTEvaluation of Public Transportation in Surakarta through Fuzzy Quality Function Deployment: Public transport is prominent to reduce the use of private vehicle that contributes to traffic jam. The use of public transport is also encouraged by the government to minimize the environmental pollution caused by the huge use private vehicles. Surakarta is one of cities in Indonesia which provides public transport for society. It has been operated for long time. However, since 2010, Surakarta replaced all of old buses and launched Batik Solo Trans (BST) as the modern public transport in the city. This study is conducted to develop the service of BST. Quality Function Deployment (QFD) framework was applied for data analysis in this study. Fuzzy logic is implemented in this study to get better decision. Result of this method shows that bus ticket price is the highest important to customer attribute. It is followed by the safety tools in the bus. Meanwhile, the highest customer satisfaction is safety in the bus. Based on the House of Quality (HOQ) analysis, the critical of activities should be conducted by the BST are training and education for staffs, bus maintenance and development, and provide staff in the bus shelter. Training and education for staffs have close relation how staff treats the passenger. It affects passenger satisfaction and their interest to use public transport.Keywords: public transport; Batik Solo Trans; Quality Function Deployment; fuzzy logicABSTRAKKendaraan umum sangat penting untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan di jalan. Penggunakan kendaraan umum juga dianjurkan oleh negara untuk mengurangi polusi udara yang diakibatkan oleh banyaknya penggunakan kendaraan pribadi. Surakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang menyediakan kendaraan umum bagi masyarakat. Kendaraan umum ini sudah beroperasi sejak lama. Tetapi, sejak 2010, pemerintah Surakarta mengganti semua kendaraan umum lamanya dan meluncurkan Batik Solo Trans (BST) sebagai kendaraan umum modern di dalam kota. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan layanan BST. Kerangka kerja Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini. Fuzzy logic diterapkan di sini supaya keputusannya lebih baik. Hasil dari metode ini diketahui bahwa harga tiket adalah atribut nilai kepentingannya paling tinggi. Selanjutnya alat-alat keamanan di dalam bus menjadi hal yang penting diperbaiki. Sementara itu, kepuasan tertinggi dari penumpang adalah keamanan di dalam bus. Berdasarkan analisis dalam matriks-matriks di House of Quality (HOQ) aktifitas kritis yang harus dilakukan oleh BST adalah pelatihan dan pendidikan karyawan, pemeliharaan dan pengembangan bus, dan menyediakan petugas di halte. Kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk karyawan memiliki hubungan erat dengan bagaimana karyawan akan memperlakukan penumpang. Ini akan memberi pengaruh terhadap kepuasan dan keinginan penumpang untuk menggunakan kendaraan umum.Kata Kunci: kendaraan umum; Batik Solo Trans; Quality Function Deployment; fuzzy logic