Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DINAMIKA POLITIK INDONESIA TERHADAP EKSISTENSI HARIAN KOMPAS (1965-2012) Nurcahyo, Abraham; Kurniawan, Andik
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan asal-usul dan peran tokoh pendiri Kompas; 2) mendapatkan gambaran sejarah cara bertahan Kompas dalam melewati Orde Baru; 3) mendapatkan pemahaman sejarah bagaimana strategi Kompas menempatkan diri di kultur politik era reformasi.Penelitian dilaksanakan dengan metode historis. Digunakan jenis penulisan kajian pustaka untuk mendapatkan hasil fakta sejarah yang diinginkan, yakni: asal-muasal berdiri, tokoh pendiri, serta strategi dan taktik yang dilakukan Kompas dalam menjaga eksistensinya di dunia pers Indonesia dan di dalam konteks sejarah politik tanah air. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari peraturan perundang-undangan, dokumen kerja lembaga, jurnal ilmiah, publikasi internet, dan buku-buku. Teknik yang digunakan dalam mendapatkan sumber adalah teknik studi pustaka. Diseleksi sejumlah dokumen primer dan publikasi-publikasi pendukung lainnya yang valid dan relevan dengan permasalahan guna mencapai tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada metodologi historis yang sistematikanya dimulai dari pertama, tahap heuristik, atau pencarian sumber. Kedua, kritik sumber, atau seleksi fakta. Ketiga, interpretasi, atau pemaknaan dari serangkaian bukti sejarah yang didapat. Keempat, penulisan hasil akhir dalam suatu bentuk narasi penjelasan sejarah.Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan timbal-balik antara dinamika politik nasional dengan strategi umum yang menjadi kebijakan Dewan Redaksi Kompas. Kompas berhasil melalui tiga jaman ini dengan baik dan mengalami perkembangan skala usaha dengan luar biasa. Prinsip jurnalisme kepiting, suatu cara jurnalisme santun dan cenderung bermain aman, membantu Kompas berhasil melalui tiga jaman ini dengan baik, sekaligus mengalami perkembangan skala usaha dengan luar biasa. Kata kunci: Dinamika Politik, Harian KompasKata Kunci: Dinamika Politik, Harian Kompas
Pengaruh Jarak Tanam dan Lama Perendaman PGPR terhadap Hasil Pertumbuhan Rumput Gajah Mini (Axonopus compressus Cv Dwarf) Kurniawan, Andik; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput gajah mini berkembang biak dengan stolon. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas rumput gajah mini dengan menggunakan Jarak tanam dan prendaman PGPR. Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi jarak tanaman dan lama perendaman PGPR yang tepat terhadap hasil pertumbuhan rumput gajah mini, dilaksanakan September sampai Oktober 2017 dilantai 7 Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan ketinggian 440–460 mdpl suhu min 20oc-30oc curah hujan ± 210 mm/ th. dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan yang merupakan dari hasil kombinasi jarak tanam (5x5, 7.5x7.5, 10x10 cm) dan perendaman (0, 1, 2 ,3 jam). Perlakuan yang telah dilakukan memberikan pengaruh nyata dan kombinasi yang mendapatkan hasil tertinggi adalah panjang stolon, jumlah daun, jumlah stolon, jumlah akar, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Jarak tanam 10 cm x 10 cm dan perendaman 3 jam, kombinasi tersebut memberikan hasil panjang stolon, jumlah daun, jumlah stolon, jumlah akar, bobot basah dan bobot kering yang paling tinggi, dan dapat mengefisien biaya 598,03/m2 dan akan tercakup 100% dalam 63 hari dengan 50 bahan tanam yang dibutuhkan. Jarak tanam yang tidak diberikan perendaman PGPR mendapatkan hasil yang paling rendah dibandingkan perlakuan yang diberikan perendaman PGPR.
Implementation Of MEE (Madical, Education, Eco-Tourism): A Strategy For Collaborative Forest Management In Meru Betiri National Park Kurniawan, Andik; Manan, Abdul; Santoso, Budi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2014.002.02.01

Abstract

Global issues of greenhouse effect include the depletion of the ozone layer and the increases surface temperature. Response to these issues is attempted to empower and enhance the role of community participation in sustainable and equitable forest resource management. Since 1993, Indonesian NGO Konservasi Alam Indonesia Lestari (KAIL) starts empowering the forest buffer community with MEE (Medical, Education, Ecotourism) site model. Purpose of this paper is to describe the model of MEE in empowering forest buffer communities, describe the ecological, economic and social impact of the model, and describe the collaborative forest management. The strategies of community empowerment with MEE in Meru Betiri forest rehabilitation zone improvem the forest ecology. The success of MEE site model reduces negative perceptions on communities that have less conservation awareness. Community-based forest resources management need to integrate ecological and economic value in achieving forest conservation and community's welfare. Keywords: MEE (medical, education, eco-tourism), forest management, Meru Betiri National Park