Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik

Karakteristik Tegangan Tembus Isolasi Cair dan Isolasi Udara pada Beberapa Perubahan Suhu dan Diameter Elektroda I Made Dwi Harinata; Jumiati Ilham; Taufiq Ismail Yusuf
Jurnal Teknik Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.793 KB) | DOI: 10.37031/jt.v17i1.39

Abstract

Kegagalan isolasi adalah masalah yang sering terjadi dalam penyaluran energi listrik. Isolasi diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan agar tidak terjadi lompatan listrik. Apabila pada bahan dielektrik diberikan medan listrik yang melebihi kemampuannya maka isolasi akan mengalami tegangan tembus dan kerusakan peralan listrik sehingga kontinuitas kerja sistem terganggu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan tembus pada isolasi cair dan isolasi udara serta mengetahui pengaruh suhu dan diameter elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus pada isolasi cair dan isolasi udara. Metode pengujian yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian yaitu menggunakan tegangan tinggi AC frekuensi 50 Hz dengan elektroda bola-bola dan elektroda bidang-bidang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil tegangan tembus minyak transformator dan isolasi udara sebelum diatur suhunya diperoleh nilai tegangan tembus minyak transformator pada elektroda bola-bola berdiameter 1,8 cm sebesar 33,79 kV, diameter 4,9 cm sebesar 36,58 kV, dan diameter 9,7 cm sebesar 39,07 kV, pada elektroda bidang-bidang berdiameter 1,4 cm sebesar 39,91 kV, diameter 4,8 cm sebesar 34,31 kV, dan diameter 16 cm sebesar 39,91 kV. Sedangkan tegangan tembus isolasi udara pada elektroda bola-bola berdiameter 1,8 cm sebesar 7,95 kV, diameter 4,9 cm sebesar 8,27 kV, dan diameter 9,7 cm sebesar 9,13 kV, pada elektroda bidang-bidang berdiameter 1,4 cm sebesar 7,93 kV, diameter 4,8 cm sebesar 8,25 kV, dan diameter 16 cm sebesar 9,25 kV. Setiap terjadi kenaikan suhu pada minyak transformator dan isolasi udara maka nilai tegangan tembus akan semakin menurun dan setiap bertambahnya ukuran diameter elektroda maka nilai tegangan tembus minyak transformator dan isolasi udara akan semakin meningkat.
Setting Distance Relay Pada Jaringan Transmisi 150 kV Sistem Gorontalo Taufiq Ismail Yusuf; Laode Muh. Taslan
Jurnal Teknik Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/jt.v16i1.376

Abstract

Disturbance on the transmission line can cause disruption of normal flow of a stream, in the transmission line of the most common disorders are short circuit. Distance relay are used as security for the transmission line because of its ability to quickly eliminate interference. In this research, symmetrical components method is used in to analyzing the single-phase short circuit current and two phase – ground in SUTT 150 kV Gorontalo Transmission System. The results were obtained, single-phase short circuit at most 1098,11 Ampere and the smallest is 497,67 Ampere and two phase – ground at most = 1026,91 Ampere and = 650,86 and the smallest is = 442,63 Ampere and = 337,55 Ampere, while the calculation results setting distance relay it is appropriate to avoid the reach selectivity setting exceeding 80% and avoid looping and time settings on zona1 = 0 s zona2 = 0,4 s and zona3 = 0,8 s according to the impedance value of the secondary 1 < 2 as well as on 2 < 3.