Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) Sri Ningsih; Nusyirwan Nusyirwan; Nusyirwan Nusyirwan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i3.11112

Abstract

This study aims to determine the effect of bagasse compost administration on the growth of Capsicum frutescent L. Parameters used were C / N ratio, plant height, number of leaves, leaf area, time of flower appearance, number of flowers, number of primary branches, number of fruits, root length. This study used a Completely Randomized Design (CRD), and the treatment was arranged in 5 treatments and repetitions five times. The first factor is the dose of organic fertilizer, namely A (0 grams), treatment B (150 grams), treatment C (200 grams), treatment D (250 grams), treatment E (300 grams). The variance homogeneity test can be done using SPSS 21 program. The results of the study on plant height were in treatment E (dose of 300 grams) which is 50.2 cm. The highest number of leaves obtained in treatment B (dose 150 grams) is 22.4 strands. The highest leaf area is found in treatment E (dose of 300 grams) which is 41.4 cm2. The highest number of branches is found in treatment A (dose of 0 grams), which is 4. For the time the flower appears on this cayenne plant on average at six weeks after planting (MST). The highest amount of interest is found in treatment E (dosage of 300 grams) which is 7.4 flowers. The highest amount of fruit in treatment E (dose of 300 grams) is four pieces. While the longest root size found in treatment E (dose of 300 grams) is 4.78 cm. This research is expected to be valuable information in the use of bagasse (Saccharum officinarum L.) on the cultivation of cayenne pepper (C. frutescent L.)
PENGARUH BAKTERI ENDOFIT Bacillus subtilis DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Nusyirwan Nusyirwan; Rukiyah Abdi Syahadah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i2.15219

Abstract

Salah satu cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah yaitu dengan menggunakan bakteri endofit. Salah satu bakteri endofit yang bersifat PGPR yang dapat digunakan sebagai pupuk hayati adalah Bacillus subtilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari Bacillus subtilis untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah. Metode penelitian yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 8 kali pengulangan. Parameter pengamatan yang digunakan untuk mengamati pertumbuhan tanaman yaitu, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan parameter pengamatan yang digunakan untuk mengamati produksi adalah jumlah buah pertama muncul. Data yang diperoleh diuji dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95 % menggunakan aplikasi SPSS 2.2. dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Bacillus subtilis berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Dosis dan waktu pemberian yang paling berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai merah adalah 1% dengan waktu pemberian 10 hari sekali yaitu pada perlakuan A2B2 dan dosis dan waktu pemberian yang paling berpengaruh dalam meningkatkan produksi tanaman cabai merah juga terdapat pada dosis 1% dengan waktu pemberian 10 hari sekali yaitu pada perlakuan A2B2.
PENGARUH JAMUR ENDOPITIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao .L) DI POLIBAG Hotdiaman Damanik; Nusyirwan Nusyirwan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mikroorganisme jamur endopitik untuk mempercepat pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi, fisiologi dan rumah kaca Universitas Negeri Medan (UNIMED) pada bulan Mei sampai Agustus 2016, menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Trichoderma koningi 100 gram), M2 (Trichoderma koningi 200 garam), M3 (Aspergillus niger 100 gram) dan M4 (Aspergillus niger 200 gram). Dengan menggunakan ANAVA (Analisys Of Variance) hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur endopitik berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik untuk pertumbuhan tinggi tanaman adalah Trichoderma koningi 200 garam yaitu 41,06 cm. Untuk diameter batang yang terbaik adalah Trichoderma koningi 100 gram yaitu 0,83 mm. Hasil terbaik untuk jumlah daun adalah Aspergillus niger 200 garam yaitu 14,333 helai. Selain berpotensi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman kakao, juga berpotensi sebagai pupuk biologis dan sebagai pengendali hayati untuk tanaman. Kata kunci : Theobroma cacao L., mikroorganisme endopitik, pupuk biologis dan pengendalian hayati.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN EKSTRAK REBUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KacangPanjang (VignasinensisL.) Astrice Febriantami; Nusyirwan Nusyirwan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hormon tanaman unggul dan ekstrak rebung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari - April 2017, di rumah kaca FMIPA Universitas Negeri Medan jalan Willem Iskandar pasar V Medan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu pupuk hantu (P) dan ekstrak rebung (R) masing-masing menggunakan 4 taraf perlakuan. Jumlah kombinasi perlakuan adalah 16 dengan ulangan 2, sehingga jumlah unit percobaan adalah 32 percobaan. Dengan menggunakan ANAVA hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah daun,luas daun, jumlah bunga,jumlah buah, dan berat buah memiliki hasil yang berbeda dari masing-masing perlakuan. Untuk jumlah daun rata-rata paling tinggi terdapat pada perlakuan pupuk hantu 3ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 25buah, luas daun rata-rata paling tinggi pada perlakuan pupuk hantu 1 ml/1L air dan ekstrak rebung 0 ml (P1R0) dengan luas 32cm2, jumlah bunga tanaman kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 6,5buah, jumlah polong tanaman kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 8buah, dan berat polong kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 10 ml (P3R2) dengan nilai 289,85gr. Hasil dari pemberian pupuk hantu dan ekstrak rebung tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, dan jumlah buah, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah tanaman kacang panjang. Kata kunci : Pupuk Hantu, Ekstrak Rebung, Tanaman Kacang Panjang.