Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etnomedisin Obat Hipertensi di Kabupaten Kebumen Husnul Khuluq; Naelaz Zukhruf; Tri Cahyani; Alife Stefani; Laely Fitriyati; Khobirotul Majidah; Beti Dwi; Jesica Yuliana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i1.13898

Abstract

Hipertensi adalah salah satu faktor terpenting yang bertanggung jawab atas penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Produk herbal dan terapi herbal alternatif memainkan peran penting dalam mengurangi hipertensi. Tujuan dari penelitian ini memberikan informasi etnomedisin secara kualitatif maupun kuantitatif pada tanaman obat yang digunakan masyarakat lokal Kebumen untuk pengobatan hipertensi . Sebanyak 250 responden dari 5 Kecamatan yang diperoleh dengan cara snow ball kemudian diwawancarai secara semi-terstruktur dan pertanyaan dengan kuesioner. Didapat data 20 spesies dari 15 famili yang digunakan untuk pengobatan hipertensi. Bagian Tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun ( 52,3%), sebagian besar disiapkan dengan cara direbus (65%), Cara menggunakan sebagian besar diminum (71,42%), Dalam penelitian ini data asli dibandingkan dengan jurnal nasional dan internasional untuk membandingkan penggunaan obat dan mendapatkan beberapa spesies tanaman baru. Satu spesies tanaman obat belum ditemukan literatur ilmiah sebagai obat antihipertensi, 5 spesies sudah pernah di uji klinik sementara 14 spesies sudah diuji preklinik dengan hewan uji atau in vitro. . Aktivitas fitokimia yang berbeda dari tanaman antihipertensi juga dilaporkan dari literatur.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Penggunaan Obat Tradisional Pada Mahasiswa Keperawatan Program Sarjana STIKES Muhammadiyah Gombong Husnul Khuluq; Astri Ayu Febriyuliani; Ajeng Woro Pitorukmi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.489 KB)

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Obat tradisional perlu disosialisakan kepada lapisan masyarakat terutama komunitas kesehatan termasuk perawat sebagai garda depan tentang informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran serta tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada mahasiswa keperawatan program sarjana STIKES Muhammadiyah Gombong. Metode yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan cross sectional dimana responden diberikan kuesioner obat tradisional yang berisi tentang pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan obat tradisional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mahasiswa dengan rata-rata IPK antara 3,25-3,50 sebanyak 28 responden (32,9 %), angkatan dengan pengisian kuesioner terbanyak adalah angkatan 2018 sebanyak 41 responden (48,2 %), jenis kelamin perempuan sebanyak 71 responden (83,5 %), dan pekerjaan orang tua mahasiswa bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 25 responden (29,4 %).Tingkat pengetahuan mahasiswa berpengetahuan “baik” sebanyak 43 responden (50,6%) sedangkan tingkat perilaku mahasiswa berperilaku “kurang” sebanyak 56 responden (65,9 %). Uji chi-square digunakan untuk mencari hubungan sosiodemografi responden dengan pengetahuan dan perilaku. Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan pengetahuan (p = 0,00) dan tahun angkatan dengan perilaku (p = 0,003). Parameter lain yaitu ipk, pekerjaan orang tua tidak terdapat hubungan yang signifikan (p > 0,05).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI ANALGESIK PADA MASYARAKAT DESA TANJUNGSARI, PETANAHAN, KABUPATEN KEBUMEN Husnul Khuluq
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.366

Abstract

According  to WHO,  self-medication is the selection and using of drugs without a doctor's prescription by people to to treat common health issues at home . The most widely self-medicated substances are over-the-counter drugs, suplement and herbal medicine. A study in  United States and the United Kingdom found that self-medication was the main effort  to  solve health issues. This is confirmed by the results of several studies that found about 40-72%  people in several  countries practicing  self-medication. In Indonesia, according to  Basic Health Research (Riskesdas 2013) found that  103,860 (35.2%) households use self medication. Several studies have found that differences in  age, marital status,  education , occupation,  have closely related with self-medication behavior. This is the descriptive-observational study with 64 respondent The result show that many people do not understand how to practicing right self medication such as side effect drugs used in self medication, safe analgesic medication for pregnancy.Keyword : analgesic, self-medication