Dewi Suryandari
Stikes Kusuma Husada Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Temper Tantrum Anak Autis di SLB AGCA Center Surakarta Rizal Dwi Yuliandika; Dewi Suryandari
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 12, No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v12i1.9618

Abstract

Growth and development, especially in children, sometimes impaired either before birth or after birth. Developmental disorders in children one of which is a developmental disorder behavior. Autism is one of irregularities in development since infancy. The purpose of this study was to determine the description of parents' parenting autistic children in SLB Agca Center Surakarta and analyze the relationship between foster parents with autistic children in special schools tantrums Agca Center Surakarta. The result is expected to increase the knowledge and contribute to the parties involved in this research about the types of parenting parents the right to their children, especially to children dishabilitas, such as autistic children. This study design using correlational, which examines the relationship between variables. Method is a cross sectional approach. The population in this study are all autistic children in SLB Agca Center Surakarta numbered 34 children. The sample in this study were students with autism SLB Agca Center Surakarta totaling 34 children. The sampling technique used is total sampling. Analysis of the data in this study using univariate and bivariate analysis aimed to test the hypothesis or testing a relationship between parenting parents with an autistic child temper tantrums in SLB Agca Center Surakarta. The results showed that parents' parenting of children autism in SLB Agca Center Surakarta included in the category of good, and the trend parenting democratic show that autistic children at SLB Agca Center Surakarta has temper tantrums low and temper tantrums of children autism in SLB Agca Center Surakarta included in the category are low, this indicates that the planting of education in SLB Agca Center Surakarta quite successful. There is a correlation between parenting system and temper tantrum of children with Autism Syndrom Disorder in Agca Center Surakarta.
PENGGUNAAN INTERMITTENT CATETHER (IC) PASIEN SPINAL CORD INJURY (SCI) POST STABILISASI Dewi Suryandari; Galih Setia Adi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v13i2.15

Abstract

Latar belakang : Pasien Spinal Cord Injury( SCI) akan mengalami berbagaikonsekuensi yang berkaitan dengan cedera, termasuk hilangnya fungsi motorik,perubahan hormonal, perubahan sirkulasi darah, gangguan kandung kemih.Manajemen kandung kemih sangat penting untuk meningkatkan yang kualitashidup pada pasien dengan SCI. Salah satu manajemen kandung kemih adalahintermittent catheter (IC).Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui penggunaan IC pada pasien SCI poststabilisasi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah pasien dengan SCI di RSOProf. Dr. R Soeharso Surakarta yang dilakukan wawancara setelah diajarkanmenggunakan IC di ruang rawat inap.Hasil : Hasil penelitian di dapatkan 6 tema yakni 1) Gangguan persyarafan yangdialami pasien setelah mengalami SCI, 2) Ketidaknyamanan dan kecemasan yangdirasakan oleh pasien terhadap SCI, 3) Pentingnya dukungan keluarga dan tenagakesehatan, 4) Pengetahuan pasien tentang IC dan prosedur pemasangan IC, 5)Komponen penyuluhan dalam penggunaan IC pada pasien SCI, 6) Harapan pasienserta kendala yang dialami pasien terhadap SCI.Kesimpulan : Penggunaan IC pada pasien SCI bergantung pada gangguanpersyarafan yang dialami pasien setelah mengalami SCI, ketidaknyamanan dankecemasan yang dirasakan oleh pasien terhadap SCI, pentingnya dukungankeluarga dan tenaga kesehatan, pengetahuan pasien tentang IC dan prosedurpemasangan IC, komponen penyuluhan dalam penggunaan IC pada pasien SCIdan harapan pasien serta kendala yang dialami pasien terhadap SCI.