Ni Putu Eka Yanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Keluarga terhadap Frekuensi Kekambuhan pada Pasien dengan Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali Ni Made Cintia Prabhawidyaswari; Ni Putu Eka Yanti; Wayan Sarah Saraswati; I Putu Edi Darmawan; Ni Putu Rina Puspitasari; Desak Ayu Wulan Mas Suari; I Made Parayoga Dwipayana
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15, No. 1, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i1.16947

Abstract

Skizofrenia termasuk dalam gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realitas, bersifat kronis, sering kambuh atau berulang yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kekambuhan pada skizofrenia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karakteristik keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga (tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan) terhadap frekuensi kekambuhan pada pasien dengan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional. Sampel terdiri dari 35 responden keluarga pasien dengan skizofrenia yang dipilih dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik keluarga dan rekam medis pasien skizofrenia yang mengalami kekambuhan. Hasil penelitian menggunkan uji statistik Spearman Rank, didapatkan hasil bahwa karakteristik keluarga tingkat pendidikan (p value = 0.01), pekerjaan (p value = 0.03), dan  penghasilan (p value = 0.03) memiliki hubungan yang signifikan (p value 0.05) terhadap frekuensi kekambuhan pasien dengan skizofrenia. Terdapat hubungan korelatif kuat antara karakteristik keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia dengan nilai koefisien korelasi tingkat pendidikan -0.556, pekerjaan 0.511, dan penghasilan -0.541. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan kepada keluarga agar mampu mengoptimalkan peran dan tugas keluarga melalui pemberian edukasi yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan kepada keluarga pasien skizofrenia dalam perawatan pasien  di rumah.