This Author published in this journals
All Journal Forum Geografi
Suprapto Dibyosaputro
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Total Suspended Load and Sediment Yield of Kayan River, Bulungan District, East Kalimantan Suprapto Dibyosaputro
Forum Geografi Vol 19, No 2 (2005): December 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v19i2.4842

Abstract

This research was carried out the the drainage system of Kayan river, Bulungan District, East Kalimantan. The purpose of the research were to study the physical conditions of the Kayan catchment area, calculate the suspended sediment load, and to define the total sediment yield of Kayan River. Observation method were used in this research both of direct field observation as well as laboratory observation. Data acquired in this study were include of climatic data, geology, geomorphology, soil and land cover data. Besides also rain-fall data, temperature, river discharge and suspended sediment load. The total sediment yield were calculated by mean of mathematical and statistical analysis especially of linier regression analysis. The result of the research show that total the sediment yield of Kayan River with drainage area of 6,329.452 km² is about 236,921.25 m³/km²/year. The interesting result of the statistical analysis was that the existing negative correlation between river discharge and suspended sediment load. It is the effect of the location of discharge and suspended measurement. This condition caused by sea tide effect on river discharge at the apex delta. During high tide water river trend rising up on discharge but not on suspended sediment load. Instead, also existing setting down processes takes places of the suspended sediment load into the river bottom upper stream and the apex.
Inventarisasi Data Ungkungan Fisik Daerah Rencana Kawasan Wisata Jimbaran-Kedonganan Bali Suprapto Dibyosaputro
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4792

Abstract

Daerah Jimbaran dan Kedonganan adalah merupakan salah satu daerah yang direncanakan untuk kawasan pariwisata pantai Pulau Bali. Tujuan penelitian ini adalah mengadakan inventarisasi data lingkungan fisik daerah tersebut yang meliputi iklim, geomorfologi, tanah, hidrologi, dan oceanografi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi yakni pengamatan, pengukuran dan pencatatan terhadap aspek-aspek tersebut baik langsung di lapangan maupun di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan babwa wilayaj Jimbaran dan Kedonganan sebagian besar mempunyai potensi lingkungan fisik yang baik sebagai kawasan wisata pantai. Subu rata-rata adalah 27.05° C dengan subu tertinggi terjadi pada Bulan Oktober yakni 29° C dan suhu terendah pada bulan Agustus yakni 26° C. Hujan rata-rata setahun adalah 1240 mm dengan bulan-bulan basah antara Desember hingga April, sedang bulan-bulan lainnya adalah bulan kering. Secara geomorfologis daerah penelitian merupakan teluk dimana dari tempat ini dapat melihat panorama alam yang indah yakni terbenamnya matahari di waktu sore. Daerah ini juga merupakan bagian Ieher dari suatu tombolo. Sebelah selatan daerah penelitian berbatasan dengan cliff dari batu gamping yang menambah keindahan panorama alami. Kedalaman air tanah bervariasi antara 4-7.65 meter dengan tebal air tanah antara 0.65-1.00 meter. Potensi air tanah sebesar 5.913.600 mm3, dengan pH air di beberapa daerah 7 karena adanya intrusi air taut. Potensi tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan air untuk keperluan hotel-hotel di wilayah ini sebingga harus menambah air dari luar kawasan tersebut. Wilayah teluk Jimbaran-Kedonganan ini mempunyai tinggi gelombang antara 0.25-1.60 meter, frekuensi gelombang antara 10-15 buah gelombang per menit, lebar gisk antara 75-100 meter, dengan kemiringan gisk 5-7. Di dalam teluk Jimbaran Kedonganan ini terdapat adanya teluk dan tanjung yang kecil yang letaknya selalu berpindah-pindah. Hal ini berbahaya bagi perenang di laut karena arus balik kuat (rip cureent) ke arah laut berpindah-pindah tempat pada periode waktu tertentu.