AM Hermien Kusmayati
FSP ISI Yogyakarta dan FBS Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksiologi Musikal pada Pertunjukan Tari Tradisional Linda dalam Ritual Adat Keagamaan Karia di Daerah Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Firmansyah, Firmansyah; Lastoro Simatupang, GR Lono; Kusmayati, AM Hermien; Sushartami, Wiwik
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v20i3.3817

Abstract

Esensi dari penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai musikal yang melekat di balik pertunjukan tari tradisional Linda dalam ritual adat keagamaan Karia di daerah Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal yang unik dalam penelitian ini adalah alat musik yang digunakan dalam pertunjukan tari tradisional Linda dalam ritual Karia, para pemusik yang mayoritas dilakoni oleh kaum perempuan Muna, konsep musik yang sedikit berbeda dengan konsep musik pada umumnya karena cenderung disharmoni, dan perspektif orang Muna yang mayoritas beragama Islam terhadap musik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, musik mempunyai nilai-nilai khusus tersendiri dalam sudut pandang orang Muna.Musical Axiology in Linda's Traditional Dance Performance in the Traditional Karia Religious Ritual in the Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. The essence of this research is to reveal the musical values inherent behind Linda's traditional dance performance in the traditional Karia religious rituals in the Muna Regency area of Southeast Sulawesi Province. What is unique in this study is the musical instrument used in Linda's traditional dance performances in the Karia ritual, the musicians who are predominantly performed by Muna women, the concept of music is slightly different from the concept of music in general because it tends to be disharmony, and the perspective of the majority of Muna people Muslim towards music. From the results of the study concluded that, music has its own special values in the point of view of the Muna people.Keywords:  music; linda traditional dance; ritual karia
Sustaining and Strengthening Indonesia Art and Culture Kusmayati, AM Hermien
Dance and Theatre Review Vol 1, No 1: May 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.508 KB) | DOI: 10.24821/dtr.v1i1.2250

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the background and sustainability of plurality or diversity of Indonesian art and culture in the form of implementation as a revitalization of traditional performing arts. Qualitative research with an ethnographic approach and an emic and ethical point of view are employed to observe it. The richness of art —both material and non-material with its various aspects are created through struggles against nature, space, and time which are not always easy to address. The cone-shaped cultural wealth as an art is created from the depths of consciousness, understanding, and insight which are not simple but bearing various symbols. The use of symbols in the form of art lengthens its roots from one generation to the next as a representation of the clarity and wisdom of the crystallization of the intelligence of feelings and thoughts. Informal and non-formal educations are efforts which can be done by the present generation to confirm its sustainability. In the vastness of a very open global era, as intercultural interactions intensify, a strong and resilient culture is needed. As something inherited, the future sustainability lies in the hands of the generation, i.e. the society of the recipients in the present and the future.Keywords: Indonesian art; traditional dance; batik; mamacaAbstrakKeberlanjutan dan Penguatan Seni-Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang dan keberlanjutan pluralitas atau keberagaman seni budaya Indonesia dalam wujud pelaksanaan sebagai suatu revitalisasi seni pertunjukan tradisi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis dan sudut pandang emik serta etik ditempatkan untuk mencermatinya. Kekayaan seni – budaya baik bendawi maupun non bendawi dengan berbagai aspeknya diciptakan melalui pergulatan terhadap alam, ruang, dan waktu yang tidak selalu mudah disikapi. Kekayaan budaya yang mengerucut sebagai seni yang diciptakan dari kedalaman kesadaran, pemahaman, serta penghayatan yang tidak sederhana bermuatan berbagai simbol. Penggunaan simbol-simbol dalam wujud seni, memanjangkan akarnya dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai representasi kejernihan dan kearifan dari kristalisasi kecerdasan perasaan dan pikiran. Melalui dan di dalam pendidikan baik formal maupun non formal adalah upaya yang dapat dilakukan oleh generasi sekarang untuk meneguhkan keberlanjutannya. Di keluasan era global yang sangat terbuka, ketika interaksi kebudayaan antarbangsa semakin intensif, sungguh diperlukan ketahanan budaya yang sangat kuat dan tangguh. Sebagai sesuatu yang diwariskan, maka kelanjutannya di masa depan berada di tangan generasi pewarisnya, yaitu masyarakat penerimanya pada saat sekarang maupun yang akan datang.Kata kunci: kesenian Indonesia; tari tradisi; batik; mamaca