Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Bercerita Anak Usia 5 – 6 Tahun Di TK ABA 06 Bromo Medan Nur Qomariah; Kamtini Kamtini
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v6i2.23459

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: masih rendahnya minat belajar anak dalam kemampuan berbahasa terutama keterampilan bercerita dan anak cenderung pasif. Hal tersebut dikarenakan karena media pembelajaran yang digunakan guru tidak menarik perhatian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap keterampilan bercerita anak usia 5-6 tahun di TK  Aisyiyah BustanulAthfal 06 Bromo Medan Tahun Ajaran 2015/2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, yaitu memilih sampel dengan cara acak. Cara acak/random dilakukan karena  populasi anaknya di setiap kelas memiliki karakteristik yang sama dari segi usia yaitu usia 5-6 tahun. Teknik acak yang dilakukan untuk  menentukan sampel  kelas  ekperimen yang menggunakan media gambar berseri dan sebagai  kelas kontrol yaitu kelas tanpa menggunakan media gambar berseri adalah dengan cara undian. Cara undian yang dimaksud adalah dengan  mengocok 2 gulungan kertas nama kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kemudian nama kelas yang keluar pertama adalah kelas eksperimen, nama yang keluar selanjutnya adalah kelas kontrol.  Untuk kelas ekperimen 21 orang anak dengan pembelajaran menggunakan media gambar berseri, dan kelas kontrol 21 orang anak hanya menggunakan media gambar saja.Hasil Analisis deskriptif  menunjukkan pemanfaatan media gambar berseri lebih baik di bandingkan dari kelas kontrol. Skor tertinggi kelas eksperimen 35,  kelas kontrol 28 dan skor terendah kelas eksperimen 14, kelas kontrol 13. Rata-rata kelas eksperimen 25,43 dan rata-rata untuk kelas kontrol 20,19. Jumlah  anak  dikelas eksperimen yang mendapat nilai di atas rata-rata lebih banyak (38,10%) dibanding di kelas kontrol (19,05%). Sebaliknya jumlah anak  di kelas kontrol yang mendapat nilai  di bawah rata-rata (38,10%) lebih banyak dibanding di kelas eksperimen (28,55%).Hasil uji hipotesis  diketahui t-hitung =3,40 lebih besar dari t-tabel = 1,72. Hal ini menunjukkan  ada pengaruh yang signifikan  penggunaan media gambar berseri  terhadap keterampilan bercerita anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 06 Bromo Medan
Penerapan Metode Teams Game Tournament untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas 1 dalam Pembelajaran Matematika Desy Suci Ramadayanti; Nur Qomariah; Hairun Nisa
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1788

Abstract

This study is motivated by the low level of student activeness in mathematics learning, as indicated by limited participation in asking questions, responding, and engaging in discussions during the learning process. One potential solution to address this issue is the implementation of the Teams Game Tournament (TGT) method. This study aims to enhance student activeness in mathematics learning through the application of the TGT method. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. Each cycle consisted of two meetings and four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 30 fifth-grade students. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. The results indicate an improvement in student activeness, increasing from 62% in Cycle I to 86% in Cycle II. It can therefore be concluded that the implementation of the Teams Game Tournament method effectively improves student activeness in mathematics learning.