PT SMOE Indonesia menghadapi tantangan fluktuasi kinerja karyawan yang diduga dipengaruhi oleh dinamika komunikasi dan tingkat stres di lingkungan kerja industri berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 42,3% terhadap variabilitas kinerja karyawan. Disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja, perusahaan perlu memprioritaskan perbaikan saluran komunikasi internal yang efektif sekaligus menerapkan manajemen stres yang strategis guna meminimalisir tekanan kerja karyawan.