Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani Sebagai Pilar Pemberdayaan Petani Dwi Wahyu Prasetyono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.618 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.458

Abstract

Pemberdayaan merupakan salah satu pilar dari pembangunan manusia, yang berpijak pada konsep pembangunan berpusat pada manusia. Intervensi dalam pembangunan manusia (pemberdayaan) perlu memperhatikan keberadaan manusia sebagai bagian dari masyarakat dan lingkungannya. Karena itu pemberdayaan akan lebih baik diberikan melalui pendekatan kolektif masyarakat, melalui organisasi-organisasi dalam masyarakat yang merupakan wadah aktivitas dan pergerakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat memerlukan adanya pemahaman terhadap jaringan pengorganisasian masyarakat karena melalui jaringan itulah proses pengembangan kekuatan sosial berlangsung. Keberadaan kelompok tani bukan sekedar organisasi sebagai wadah berkumpulnya para petani, namun memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani, merupakan salah satu pendekatan dalam pemberdayaan kepada petani secara kolektif. Meningkatnya kapasitas kelembagaan kelompok tani, akan membawa perubahan pada para petani anggotanya. Forum-forum kelompok tani merupakan ruang publik para petani, dimana para anggota dapat berdiskusi secara terbuka tentang kehidupan, penyelesaian masalah dan pengembangan produktivitasnya. Kelompok tani menjadi penggerak perubahan sosial, melalui kelompok tani ide-ide perubahan disosialisasikan dan digerakan keberlangsungannya.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) DI SMA NEGERI 2 DUMOGA Dwi Wahyu Prasetyono
MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik) Vol 1 No 01 (2018): MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Wijaya Putra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.641 KB) | DOI: 10.37504/map.v1i01.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMA Negeri 2 Dumoga serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat implementasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru pengelola KIP SMA Negeri 2 Dumoga, siswa penerima KIP beserta orang tua siswa. Obyek penelitian mengenai pengelolaan implementasi kebijakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun ajaran 2015/ 2016 di SMA Negeri 2 Dumoga. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil p enelitian menunjukkan bahwa sasaran KIP di SMA Negeri 2 Dumoga khususnya untuk tahun 2015 tahap VI berjumlah 23 siswa yang seluruhnya memiliki KIP. Faktor pendukung implementasi KIP: informasi dari pihak dinas secara rutin ke sekolah dan secara online. Faktor penghambat: evaluasi dari program KIP yang dilaksanakan setiap periode program menyebabkan terjadinya perubahan pada mekanisme serta terjadinya penyelewengan dana KIP.