Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Akademika

Otoritas Wali Nikah Dalam Islam: Analisis Perkawinan Tanpa Wali di Indonesia Perspektif Fiqh dan Hukum Positif Fathonah K. Daud; Ramdani Wahyu Sururuie
Akademika Vol 15, No 2 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i2.544

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menganalisis tentang hukum perkawinan seorang perempuan tanpa wali dalam kajian fiqh dan Hukum Positif di Indonesia. Metode penulisan artikel dengan pendekatan library research. Adapun hasil dari tulisan ini menemukan bahwa pernikahan perempuan tanpa wali menurut hukum positif di Indonesia adalah tidak sah. Meskipun telah ditemukan adanya pendapat dari mazhab Hanafi dan Syiah Imamiyah bahwa perempuan dewasa dan berakal sehat diperbolehkan menikahkan dirinya sendiri dengan catatan bahwa calon lelakinya adalah sederajat (sekufu). Apabila tidak sekufu, wali berhak memaksa anak perempuannya. Namun, karena produk hukum di Indonesia adalah menganut mazhab Syafi’i, maka hukum perempuan yang menikah tanpa wali adalah dipandang batal. Hal ini berdasarkan argumentasi mazhab Syaf’i yang berlandaskan kepada hadits Nabi saw yang sangat popular, “tidak sah pernikahan tanpa wali”. Adapun bagi perempuan yang tidak punya wali atau walinya adhal, maka menggunakan wali hakim. Mazhab Maliki, Mazhab Syfi’i dan Mazhab Hanbali tidak membenarkan seorang perempuan, gadis atau janda, menikahkan dirinya sendiri.
Pembagian Peran Suami Istri di Desa Sidodadi Bangilan Kabupaten Tuban Perspektif Gender dan Hukum Islam Arina Fiddaroini .; Fathonah K. Daud; Fira Mubayyinah
Akademika Vol 16, No 2 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i2.939

Abstract

This study discusses the division of husband and wife roles in the family in Sidodadi Village, Bangilan District, Tuban Regency. This study aims to understand the division of husband and wife roles in the family in Sidodadi Village, Bangilan District, Tuban Regency and to understaand the overview of gender equality and Islamic law on the division of husband and wife roles in the family in Sidodadi Village, Bangilan District, Tuban Regency. This study uses a qualitative method, namely the author collects data from the informants and then compares the sources with each other. The results of this study indicate that the lfe of Sidodadi Bangilan Tuban village community is a traditional society. The division of roles that occurs in the family in that village is divided into two groups with different role distribution patterns where first, husband and wife take roles in the public and domestic sectors; second, husbands take on public roles and wives take on public and domestic roles. The division of husband and wife roles that occurred in Sidodadi village, Bangilan district, Tuban district partly still has gender inquality. Meanwhile, according to the point of wiew of Islamic law that there is no prohibition for the wife to work, as long as both the wife and husband fulfill their rights and obligations, Islam views it as a good thing and no one is harmed.