Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai (1) Seberapa besar hasil belajar matematika siswa kelas X4 SMA Negeri 9 Makassar yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (2) Seberapa besar hasil belajar matematika siswa kelas X6 SMA Negeri 9 Makassar yang diajarkan dengan pembelajaran secara konvensional, (3) Apakah hasil belajar matematika yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari hasil belajar matematika yang diajarkan dengan pembelajaran secara konvensional. Sampel diperoleh dengan mengambil seluruh anggota populasi. Sampel terdiri dari 60 siswa yang berasal dari kelas eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelas kontrol sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang dilaksanakan pada pertemuan pertama dan pertemuan terakhir. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 43,33% dan skor rata-rata 73,50% dari skor rata-rata ideal 100,00 dan standar deviasi 20,892, sedangkan hasil belajar matematika yang diajarkan dengan pembelajaran secara konvensional berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 33,33% dan skor rata-rata 43,50 dari skor rata-rata ideal 100,00 dan standar deviasi 20,726. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari hasil belajar matematika yang diajarkan dengan pembelajaran secara konvensional untuk pokok bahasan persamaan kuadrat. Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Makassar dapat mengefektifkan pembelajaran matematika siswa.