Andi Alim Syahri
(Sinta ID 6645851), Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONTRIBUSI KREATIVITAS DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.131 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7243

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui kontribusi kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.  Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan Sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tiga  instrumen, yaitu kuesioner kreativitas belajar matematika, kuesioner minat belajar matematika dan tes hasil belajar matematik. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 66,29 dengan simpangan baku 14,11 dari skor ideal 100. Kreativitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 89,62 dengan simpangan baku 9,43 dari skor ideal 131,99. Sedangkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 86,78 dengan simpangan baku 11,74 dari skor ideal 125,25. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa, dengan persamaan regresi Y = -24,318 + 0,762X1 + 0,257X2 dan koefisien determinasi  R2  = 0,372. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK SISWA SMP KABUPATEN BULUKUMBA Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1: Desember 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v1i1.7342

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk  memberikan gambaran tentang kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa dalam pembelajaran, respon siswa dalam pembelajaran, dan penguasaan matematika siswa terhadap model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan matematika realistik. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Herlang Kabupaten Bulukumba semester II Tahun Pelajaran 2008/2009.  Seluruh siswa yang ada di kelas terpilih (kelas VII5) sebanyak 30 orang dijadikan subjek penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis  deskriptif  untuk mendeskripsikan  kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, respons siswa dan penguasaan hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru mengelola pembelajaran bernilai baik dimana pembelajaran lebih banyak berpusat kepada siswa (student oriented) dan guru bertindak sebagai fasilitator, (2) aktivitas siswa  dalam pembelajaran menciptakan aktivitas berinteraksi dan semua aspek yang diamati berada dalam batas toleransi (3) keterlaksanaan perangkat pembelajaran secara umum terlaksana seluruhnya (4) siswa memberikan respons positif terhadap model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan matematika realistik (5) penguasaan matematika siswa belum mencapai ketuntasan klasikal. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, disarankan agar dalam pembelajaran matematika, hendaknya guru menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan matematika realistik.
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG MATEMATIKA DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2: Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.484 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v7i2.7214

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian “ex-post facto” yang bersifat korelasional. Masalah yang diselidiki dalam penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh persepsi siswa tentang matematika dan kompetensi guru terhadap hasil belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kab. Gowa tahun pelajaran  2013/2014. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu (1) dengan menggunakan tes dan (2) dengan menggunakan angket.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika, yaitu analisis deskriptif yang dimaksudkan untuk menggambarkan karakteristik distribusi skor dari masing-masing variabel dan analisis inferensial dengan menggunakan analisis regresi untuk pengujian hipotesis.  Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kab. Gowa tahun pelajaran 2013/2014 adalah 70,66 dari skor ideal 100 dan termasuk dalam kategori tinggi dengan standar deviasi 16,15. Skor rata-rata persepsi siswa tentang matematika adalah 75,11 dari skor ideal 100 dan termasuk dalam kategori tinggi dengan standar deviasi 9,03. Skor rata-rata persepsi siswa tentang kompetensi guru adalah 76,04 dari skor ideal 100 dan termasuk dalam kategori tinggi dengan standar deviasi 6,35. Hasil analisis statistika inferensial menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang matematika berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kab. Gowa dimana diperoleh bahwa thitung = 1,76 dan ttabel = 1,68 yang berarti bahwa H0 ditolak karena thitung ttabel. Persepsi siswa tentang kompetensi guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kab. Gowa dimana diperoleh bahwa thitung = 2,97 dan ttabel = 1,68 yang berarti bahwa H0 ditolak karena thitung ttabel. Persepsi siswa tentang matematika dan kompetensi guru secara bersama-sama berpengaruh positif  terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa dimana diperoleh bahwa fhitung = 7,18 dan ftabel = 3,22 yang berarti bahwa H0 ditolak karena fhitung ftabel . Nilai koefisien determinasi   R2 = 0,255 yang menunjukkan bahwa sekitar 25,50%  kontribusi faktor persepsi siswa tentang matematika dan kompetensi guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa tahun pelajaran 2013/2014.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII SMP NASIONAL MAKASSAR Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1: Desember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v2i1.7348

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIIISMP Nasional Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa  32 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan 2 siklus, siklus I terdiri  4 pertemuan dan siklus II terdiri dari 4 pertemuan. Pada pelaksanaannya, pembelajaran dengan kooperatif tipe Jigsaw merupakan suatu tindakan yang diberikan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Nasional Makassar meningkat dari siklus I ke siklus II. Setelah dilakukan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw selama dua siklus pembelajaran, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Hasil belajar matematika siswa pada siklus pertama berada pada ketegori rendah, dengan skor rata-rata 55,19. Skor tertinggi 95 dan skor terendah 25 dari skor maksimal yang mungkin dicapai yaitu 100 dengan standar deviasi 18,47. (2) Hasil belajar matematika siswa pada siklus kedua berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 71,75. Skor tertinggi     100 dan skor terendah 40 dari skor maksimum yaitu 100 dengan standar deviasi 14,76. (3) Terjadi peningkatan kehadiran dan aktifitas siswa. Berdasarkan analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe jigsaw maka hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Nasional Makassar dapat meningkat.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITORY, VISUAL DAN INTELEKTUAL) Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2: Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.067 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v4i2.7228

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ) yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI (Somatis, Auditory, Visual dan Intelektual) pada siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara pada semester ganjil 2011/2012, dengan jumlah siswa 36 orang. Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa selama pembelajaran berlangsung, angket kreativitas untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa setelah pemberian tindakan, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pemberian tindakan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Terjadi peningkatan untuk semua indikator yang diamati yaitu fleksibilitas, originalitas, elaborasion dan fluency. (b) Skor rata-rata kreativitas siswa pada siklus I sebesar 51,55 dari skor ideal 123,18 dengan standar deviasi 7,878 dan pada siklus II diperoleh skor rata-rata sebesar 75,41 dari skor ideal 123,18 dengan standar deviasi 7,604. (c) Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 60,28 dari skor ideal yaitu 100 dengan standar deviasi 7,362 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,75 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 7,780. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pendekatan SAVI (Somatis, Auditory, Visual dan Intelektual) maka kreativitas belajar matematika siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara dapat meningkat.
STATISTIKA PENDIDIKAN Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2: Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.936 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i2.7246

Abstract

Statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel, yang menggambarkan suatu persoalan. Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengancara-cara pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penganalisisandata, penarikan kesimpulan serta membuat keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan fungsinya, statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: 1) Statistik deskriptif dan 2) Statistik inferensial. Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian yang bersifat representative (mewakili populasi). Populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Populasi berdasarkan jenisnya. 2) Populasi berdasarkan sifatnya. Teknik pengambilan sampel dari sebuah populasi yang menjadi sebuah objek teliti disebut Teknik Sampling. Terdapat berbagai macam teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan dipakai dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam, yaitu: 1) Probability sampling dan 2) Non probability sampling. Data adalah sejumlah informasi yang dapat memberikan  gambaran tentang suatu keadaan atau masalah. Metode pengumpulan data: 1) Metode interview/wawancara; 2) Metode observasi/ pengamatan; 3) Metode questioner/angket; 4) Metode riset/penelitian; dan 5)  Metode dokumentasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI HEURISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.11126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berikir kritis siswa Kelas VII. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain The One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu memberikan tes kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Dari penelitian ini diperoleh rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep peserta didik sebelum (pretest) yaitu 37,19 yang dimana termasuk dalam kriteria sangat rendah dan nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep setelah (posttest) yaitu 80,71 yang termasuk kriteria tinggi. Kemudian nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis sebelum (ptetest) yaitu 44,29 termasuk kriteria rendah dan rata-rata kemampuan berpikir kritis setelah (posttest) yaitu 83,25 yang termasuk kriteria sangat tinggi. Untuk persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu 78,31% yang berada pada kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menunjukkan probabilitas pemahaman konsep 0,044 0,05, sehingga tolak H0 dan terima H1. Begitu pula dengan kemampuan berpikir kritis bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menunjukkan probabilitas berpikir kritis 0,001 0,05, sehingga tolak H0 dan terima H1.