Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Sosial Whatsapp Berkonten Pornografi dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di SMKN X Jakarta Timur Nurwati Rettob; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v10i1.293

Abstract

WhatsApp is social media which very popular in the society. Using social media such as WhatsApp has a  positives and negatives impacts. The negative impact of WhatsApp is the teenager which access and share the link of pornographies. The aim of this research is to know the relation between the users of WhatsApp as social media which has content of pornographies and sexual behaviors toward teenagers at SMKN X East Jakarta. The methodology  in this research is using correlation study. The instrument which is using questionnaire of user WhatsApp as social media and questionnaire which for the people who has big risk to sexual behaviors. Population which uses in this research is students at SMKN X East Jakarta which took 104 respondents as sample. The result from univariate analyses in this research is showing us that most of the respondents which using WhatsApp as social media has 58 respondents (55,8%) that got negative impacts. And for sexual behaviors 58 respondent (55,8%) which categorize to have big risk. The result of analyses of chi square, that shows us that there is signification relation between the users of WhatsApp as social media which has content of pornographies and sexual behaviors towardteenagers at SMKN X East Jakarta with value p-value (0,040), and value OR=2,470 which means that if the users of social media such WhatsApp that has contents of pornographies (negative) then teenagers have big opportunity to do sexual behaviors
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP HARGA DIRI REMAJA DI SMPN 258 JAKARTA TIMUR Intania Nurfadhilla Surasa; Murtiningsih Murtiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga diri adalah perasaan tentang nilai, harga diri atau manfaat dari diri sendiri yang berasal dari kepercayaan diri positif atau negatif seorang individu tentang kemampuannya dan menjadi berharga. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat harga diri seorang remaja adalah dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan harga diri pada siswa dan siswi kelas VIII di SMPN 258 Jakarta Timur. Populasi dari penelitian ini adalah 324 siswa dan siswi kelas VIII SMPN 258 Jakarta Timur, dengan sampel penelitian sebanyak 62 responden. Dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Simanjuntak dan Indrawati (2019) dengan skala likert yang terdiri dari dua kuesioner, yaitu kuesioner dukungan sosial teman sebaya (26 item, α = 0,896) dan kuesioner harga diri (19 item, α = 0,880). Analisis data menggunakan analisis Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 90% (p-value = 0,1). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya terhadap harga diri remaja kelas VIII di SMPN 258 Jakarta Timur (p-value = 0,001), didapatkan nilai OR = 7,200, artinya responden yang memiliki dukungan sosial yang rendah akan berpeluang lebih besar mengalami kejadian harga diri rendah. Semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka harga diri akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial teman sebaya maka harga diri semakin rendah. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian yang akan datang, dengan metode yang berbeda dan sampel yang diambil lebih banyak. Serta melakukan penelitian menggunakan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi harga diri seperti gangguan fisik dan mental, sistem pola asuh orang tua, dan pengalaman traumatic yang berulang.