Mardiana Mardiana
Universitas 45 Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Aktifitas Fagositosis Dan Letupan Respirasi Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Pemberian Xantone Dari Kulit Buah Manggis Mardiana Mardiana; Rahmi Rahmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 1 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.385 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i1.525

Abstract

Budidaya  ikan nila  sering mengalami kegagalan akibat adanya serangan penyakit. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian xantone yang merupakan imunostimulan  sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh ikan nila dari serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak xantone dari kulit buah manggis terhadap peningkatan respon immune pada ikan nila.  Penelitian ini dilakukan secara in vitro dan in vivo, untuk mengukur intensitas “Letupan respirasi” dilakukan pengukuran anion superoksida (O2-) karena anion superoksida adalah produk utama yang dilepaskan dan letupan respirasi. Sedangkan  aktifitas fagositosis dihitung dengan jumlah sel yang aktif memfagosit sel bakteri dalam seratus sel fagositosis yang dinyatakan dalam persen. Rancangan penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan parameter pengamatan adalah letupan respirasi  dan aktifitas fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemberian ekstrak xantone pada ikan nila mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen A. hydrophila. Hasil analisis ragam ANOVA menunjukkan bahwa ikan nila yang diberikan ekstrak xantone, berpengaruh nyata terhadap aktifitas fagositosis ikan nila (P0.05). Hasil uji lanjut W-Tukey perlakuan A berbeda terhadap perlakuan B, C dan D tetapi antar perlakuan B dan perlakuan D tidak berbeda. Hasil uji lanjut W-Tukey pada letupan respirasi juga menunjukkan perbedaan antara perlakuan C dengan perlakuan A dan Perlakuan B tetapi tidak berbeda dengan perlakuan D. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan dengan pemberian xantone  2,10 ppm dapat meningkatkan respon imun  yaitu letupan respirasi dan aktifitas fagositosis pada ikan nila.Kata kunci : Xantone,  ikan nila, Respon Immun.Tilapia fish farming often fail due to their disease. One of the efforts is the provision xantone which is immunostimulatory so as to improve the endurance of tilapia from the disease. This study aimed to analyze the effect of extracts of mangosteen rind xantone to increase the immune response of tilapia. This study was conducted in vitro and in vivo, to measure the intensity of the "Explosion of respiration" measurement of superoxide anion (O2) as superoxide anion is the main product that is released and respiratory burst. While the phagocytosis activity is calculated by the number of active cell in the bacterial cell fagocyt hundred phagocytic cells that expressed in percent. The study design was designed using completely randomized design (CRD) with observation parameter is respiratory burst activity and phagocytosis. The results showed that the extract xantone on tilapia could inhibit the growth of pathogenic bacteria A. hydrophila. Results of analysis of variance ANOVA showed that tilapia were given extracts xantone, significantly affected the activity of phagocytosis tilapia (P 0.05). Further test results W-Tukey different treatment A against treatment B, C and D but between treatments B and D treatment did not differ. Further test results W-Tukey on respiratory outbreaks also show differences between treatment C with treatment A and treatment B but did not differ by treatment with D. Based on these results we concluded with the awarding of 2.10 ppm xantone can boost the immune response is a burst of respiration and activity phagocytosis in tilapia. Keywords: Xantone, tilapia, Response Immun
Prevalensi dan Tingkat Serangan Endoparasit Metacercaria pada Kerang Corbicula Javanica di Sungai Maros Kabupaten Maros Mardiana Mardiana
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 1 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.125 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i1.540

Abstract

Abstrak Salah satu jenis Kerang air tawar yang memiliki prospek untuk dikembangkan adalah Kerang Corbicula javanica. Kerang Corbicula javanica memiliki banyak keunggulan untuk dikembangkan dibandingkan dengan jenis Kerang lainnya karena sifat biologi yang menguntungkan seperti mudah berkembang biak, tumbuh cepat, dagingnya enak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan endoparasit Metacercaria terhadap kerang Corbicula javanica yang hidup dan berkembang biak di sungai Maros Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan November 2013 sampai Januari 2014 di Laboratorium Jurusan Perikanan Universitas 45 Makassar. Sedangkan pengambilan sampel diambil dari sungai Maros di kabupaten Maros. Jumlah Kerang setiap stasiun adalah 15 ekor dengan frekuensi pengambilan sampel seminggu sekali selama tiga minggu. Pemeriksaan parasit meliputi: insang, mantel, dan gonad. Peubah yang diamati adalah prevalensi dan intensitas tingkat serangan parasit. Hasil pengamatan yang didapatkan bahwa organ serangan parasit yang dominan diperoleh pada organ Insang. Nilai prevalensi tertinggi terdapat pada stasiun dua yaitu sebesar 53% dan terendah pada stasiun satu yaitu sebesar 46 % Nilai intensitas teringgi pada stasiun satu yaitu 4 individu/ekor dan terendah pada stasiun dua yaitu 3 individu/ekor.Kata Kunci :  Endoparasir, prevalensi, kerang, dan insang  One type of freshwater mussels that have the prospect to be developed is the Shellfish Corbicula javanica. Shellfish Corbicula javanica has many advantages for developed compared with other types of clams because of favorable biological properties such as easy to breed, grow fast, tasty meat. This study aims to determine the level of attacks endoparasit Corbicula javanica Metacercaria to shellfish that live and breed in the river Maros, South Sulawesi Province. This study was conducted November 2013 until January 2014 at the Department of Fisheries Laboratory of the University 45 Makassar. While the sample taken from the river Maros Maros. Shellfish each station number is 15 at the frequency of sampling once a week for three weeks. Examination of parasites include: gills, mantle and gonad. Variables measured is the prevalence and intensity of the level of parasitic attacks. Observations showed that the parasites attack the dominant organ obtained in Gills organ. The highest prevalence values contained in the two stations, namely by 53% and the lowest at one station in the amount of 46% of ultimate intensity value at one station that is 4 people / tail and the lowest at station two, three individuals / tail.Keywords: Endoparasir, prevalence, shells, and gills