Yuki Yulita
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesalahan siswa kelas unggulan dalam menyelesaikan soal materi pecahan berdasarkan langkah-langkah Polya Yuki Yulita; Naufal Ishartono
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i2.3208

Abstract

Telah banyak hasil penelitian terdahulu yang mengkaji terkait kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pecahan ditinjau dari langkah-langkah Polya. Namun ditemukan masih sedikit penelitian yang mengkaji kasus tersebut terhadap siswa di kelas unggulan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan siswa kelas unggulan dalam menyelesaikan soal materi pecahan berdasarkan langkah-langkah Polya serta faktor-faktornya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah siswa yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah sebanyak enam orang siswa kelas unggulan di SMA Negeri 1 Cilacap pada bulan Oktober 2020 sampai dengan bulan Februari 2021 yang dipilih menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini, siswa cenderung salah pada tiga tahapan Polya yaitu  (1) pada langkah Understanding The Problem dimana siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan tidak menuliskan apa yang ditanyakan pada soal serta hanya menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak menuliskan apa yang ditanyakan, (2) pada langkah Make A Plan dimana siswa salah dan tidak sesuai dengan permasalahan dalam membuat rencana yang digunakan untuk menyelesaikan soal, menuliskan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal tetapi kurang tepat, dan (3) pada langkah Carry Out The Plan dimana siswa melakukan kesalahan dalam perhitungan. Sedangkan pada tahap Look Back, siswa tidak mengalami kesalahan. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan antara lain siswa merasa takut terkait tidak cukupnya waktu untuk menjawab soal, siswa terburu-buru dalam menjawab soal, kebiasaan siswa dalam menjawab soal, siswa tidak paham maksud soal, siswa tidak teliti dalam membaca soal, siswa kurang memahami soal, tergesa-gesa dalam menjawab dan menghitung dan tidak teliti dalam melakukan perhitungan.